sketsa production

sketsa production
sketsa production

Friday, 29 April 2016

RPP Seni Budaya Kelas XI ,



FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(F-RPP)

Sekolah                                                  : SMA Negeri  2 Takalar
Mata Pelajaran/Tema/Sub Tema        : Seni Budaya
Kolas/Semester                                      : XI/ I
Matera Pokok                                       : Bahan, media, jenis, simbol, fungsi, nilai  estetika dan teknik dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi
Pertemuan Ke                                       : 1 - 2
Alokasi Waktu                                      :  4 x 45 menit

A.  Kompetensi Inti (KI)

Kompetensi Inti 1
:
Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya.
Kompetensi Inti 2
:
Menghayati dan mengamalkan  perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif  dan proaktif,  dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan  dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
Kompetensi Inti 3
:
Memahami,  menerapkan dan menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta kognitif  berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Kompetensi Inti 4
:
Mengolah, menalar,  menyaji dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif , dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator             :

1.1. Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap  karya seni rupa  sebagai  bentuk    rasa syukur terhadap  anugerah Tuhan
 2.1. Menunjukkan sikap kerjasama,  bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
 2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
  2.3.  Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli terhadap lingkungan dan  sesama,menghargai karya seni
          dan pembuatnya
 3.1  Mengevaluasi bahan, media dan  teknik yang  digunakan  dalam berkarya seni rupa.
 3.2  Mengkreasi  karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol dan fungsi dalam beragam media dan teknik.
4.1     Berkreasi  karya seni rupa dua dimensi

C. Indikator
a.       Menjelaskan tentang bahan dan media berkarya seni rupa dua dimensi
b.      Menjelaskan teknik dalam berya seni rupa dua dimensi
c.       Menjelaskan karya seni rupa berdasarkan jenis, symbol, fungsi, teknik dan estetisnya
d.      menjelaskan langkah-langkah membuat karya seni rupa  dimensi
e.       Menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
f.       Mempertanggung  jawabkan secara lisan atau  tulisan  mengenai  karya seni rupa tiga dimensi
4.2. Membuat karya seni rupa dua dimensi hasil modifikasi.
Indikator
a.       Bereksperimen dengan beragam media dan teknik dalam membuat  karya seni rupa dua dimensi.
b.      Membuat karya seni rupa dua dimensi.
D. Tujuan Pembelajaran         :

Melalui proses melihat, mengamati, menanyakan dan berdiskusi siswa dapat:
·      Menjelaskan macam karya seni rupa dua dimensi.
·      Menjelaskan konsep seni rupa dua  dimensi yang sedang berkembang
·      Menjelaskan teknik  pembuatan karya seni rupa dua dimensi.
·      Menjelaskan langkah-langkah membuat karya seni rupa dua dimensi
·      Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
Melalui proses mengumpulkan informasi, bereksperimen, membandingkan karya dan menghubungkan data  siswa dapat:
·      Menjelaskan macam karya seni rupa dua dimensi..
·      Menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
·      Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
Melalui proses pembuatan karya seni rupa dan laporan pertanggungjawaban karya siswa dapat:
·      Mempertanggung jawabkan secara lisan atau  tulisan  mengenai  karya seni rupa dia dimensi
·      Bereksperimen dengan beragam media dan teknik dalam membuat  karya seni rupa dua dimensi.
·      Membuat karya seni rupa dua dimensi.
E.  Materi Pembelajaran                                           
a.         Jenis karya seni rupa tiga dimensi
1.      Pengertian karya seni dua dimensi
Karya seni rupa dua  dimensi adalah karya seni yang berukuran P X L  dan karyanya hanya dapat dilihat dari satu arah yaitu dari depan
2.      Jenis-jenis karya seni rupa dua dimensi  dimensi
a)      Karya seni murni 2 dimensi
-       Lukisan
-       sketsa
-       Hiasan dinding
b)      Karya seni terapan 2 dimensi
-       Motif/ ragam hias
-       Batik
-       Cetak grafis

a.      Karya murni dua dimensi
Seni rupa murni merupakan seni rupa yang tidak memperhatikan  unsur praktistetapi hanya memperhatikan unsur keindahan .
Cabang-cabang seni rupa murni, diantarnya sebagai berikut: 
1.      Seni lukis
Seni lukis merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud dua dimensi. Lukisan dapat di buat sesuai bahan media, dan alat
ada dua jenis bahan untuk melukis yaitu:
tempat untuk melukis, bahan cat atau pewarna, alat melukis
1.       Tempat melukis ada beberapa macam yang paling umum adalah kertas dan kain kanfas.kertas memiliki daya serap agak tinggi di banding kanfas. kertas cocok digunakan dengan bahan pewarna cat air, pensil dan pastel, selain itu kertas memiliki permukaan lebih halus dan tidak memiliki pori pori, perlu dibutuhkab perhatian ekstra untuk menggunakan bahan kertas karena pada umumnya bahan kertas dengan pewarna cat air dan sejenisnya sering menggunakan teknik yang tidak terlalu kental dan cendrung transparan agar memunculkan warna yang cerah. kanfas memiliki pori yang ditutup dengan cat dasar putih..., kanfas sangat cocok digunakan untuk cat minyak karena. cat minyak membutuhkan ketebalan dalam pewarnaan dan kadang kadang menggunakan metode palet yang membutuhkan kekuatan kontruksi pada bidang melukisnya.
2.       Cat atau pewarna banyak sekali jenisnya namun bisa dibedakan berdasarkan bentuknya: keras dan cair. untuk yang keras bisa berupa pensil, pastel, konte. untuk yag cair bisa dibedakan berdasar pelarutnya air dan minyak. cat minyak tak bisa digunakan dengan cat air atau sebaliknya kecuali untuk keperluan khusus. pensil mungkin sudah kita gunakan sejak kecil dari pensil 2b pensil warna dll namun masih ada pula yang salah cara menggunakan alat ini terutama bagaimana membuat arsiran atau gari.  pada prinspnya adalah cara memegang. mengarsir dengan cara menggenggam sementara menbuat garis dengan carai memegang layaknya kita melukiis. pastel berbahan dasar minyak.., bahan ini membutuhkan ketebalan tertentu untuk mendapatkan kecerahan, carcoal lebih cenderung menggunakan sapuan kuas.
3.      Alat lukis, mengenal alat lukis sangat penting terutama bagaimana cara kita menggunakannya.., banyak alat sebenarnya dalam melukis bahkan sesuatu hal yang mungkin tak terbayangkan bisa menjadi alatnya., jangan pernah membatasi alat lukis anda dengan apa apa yang pernah kita lihat misal kuas atau pisau palet.
·         Lukisan dengan bahan cat minyak

Karya seni lukis umumnya dibuat diatas kain kanvas dengan menggunakan cat minyak, misalnya pemandangan alam, manusia, dan binatang dan karya-karya abstrak
Cat ini berbasis minyak, atau menggunakan pengencer minyak, cat ini adalah yang paling populer digunakan para pelukis untuk melukis, dengan media canvas, kelebihan cat minyak diantaranya: warna yang tajam dan tahan lama (sangat tergantung dengan jenis merk cat minyak), mudah dalam penggunaan dan tehniknya, bisa dengan mudah di explore dalam berbagai tehnik gaya lukis, bisa tehnik transparant, opaque, maupun bertekstur, dan bisa pula di combine dengan material lain, guna menghasilkan tehnik unik.
Cat minyak juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya perlu proses pengeringan yang lama, sehingga terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses melukis, kekurangan lainya adalah kurang ramah lingkungan, dan berbau tajam.
.
Gambar.1 karya seni lukis dengan bahan cat minyak

Gambar.2 karya seni lukis dengan bahan cat minyak
          Teknik melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan menyapukan bahan pewarna menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik melukis yang memanfaatkan plototan cat dari tubenya, atau bahkan den gan sapuan jari-jari tangan senimannya.

Gambar.3  cat minyak dan kanfas
Gambar.4..  kuas eternal dan pagoda untuk bahan cat minyak

·         Lukisan dari  bahan cat air
Adalah cat untuk melukis khusus diatas kertas yang menggunakan banyak air sebagai pengencernya, dan tehnik yang digunakan juga spesifik, yaitu tehnik transparant, media yang digunakan adalah kertas, kelebihan cat air diantaranya memiliki efek unik dari cat air yang khas, ramah lingkungan, dan kekuranganya adalah memerlukan kehati-hatian dan perawatan khusus, karena sifat kertas yang mudah rusak atau robek.
          Lukisan menggunakan cat air  yaitu sapuan cat yang campurannya berupa air dan wadahnya diatas kertas gambar, hasil yang dihasilkan dari bahan ini adalah karya lukis dengan teknik transparan  yaitu penggoresan warna yang mana permukaan kertas masih kelihatan.

Gambar 5.  Seni lukis dari bahan cat air
·         Lukisan dari bahan cat poster
          Karya seni lukis dari bahan ini menampilkan sapuan cat diatas kertas dengan teknik plakat yaitu suatu tekni yang sapuan catnya menutupi permukaan kertas

Gambar 6. Cat Poster
Gambar 7. Lukisan cat poster
·         Cat akrilik
 
                                                 Gambar 8. Macam-macam cat akrilik

 Gambar 9. cat akrilik
Sekilas tentang akrilik
Penemu resin akrilik (acrylic) adalah seorang ahli kimia Jerman bernama Dr Otto Rohm. Setelah beberapa waktu, penemuan ini lantas diadopsi oleh Bocour Artists Colors, Inc. Perusahaan ini lantas meluncurkan berbagai cat akrilik dengan pelarut terpentin yang dapat digunakan sebagai media lukisan cat minyak. Seiring perkembangan, saat ini terdapat cat akrilik yang dapat dicampur dengan minyak serta dengan air.

Apa itu Cat Akrilik?

Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polietilen yang akan mengeras ketika kering. Berbagai macam pigmen kemudian ditambahkan ke dalam emulsi polimer akrilik untuk mendapatkan berbagai warna cat yang berbeda. Singkatnya, cat akrilik sebenarnya adalah cat plastik yang tersedia dalam bentuk pasta dan dikemas dalam semacam tube. Berbagai aditif umum ditambahkan ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat dengan sifat berbeda. Sebagian aditif membuat cat lebih tebal, tipis, atau kering lebih lambat. Hal ini sangat berguna karena cat akrilik cenderung kering dengan cepat.
Cat ini berbasis air, atau menggunakan pengencer air, cat ini juga termasuk yang populer digunakan dalam melukis, umumnya media yang digunakan adalah canvas, namun juga bisa dengan media kertas, tehnik melukis yang gunakan hampir sama dengan tehnik cat minyak, namun kurang baik untuk melukis dengan tehnik transparant. Adapun kelebihan cat acrilyc ini adalah lebih ramah lingkungan, bau tidak terlalu menyengat, lebih cepat kering, sehingga proses berkarya lebih cepat selesai. Adapun kekurangan dari cat acrilyc antara lain, karena sifatnya yang cepat kering, sehingga menyulitkan bagi pelukis, terutama yang belum terbiasa menggunakan cat acrilyc, sehingga mengalami kesulitan untuk digunakan dalam gaya lukisan realist ataupun naturalist.
Jika dibandingkan dengan cat minyak untuk melukis gaya realist halus, cat acrylic tidak bisa sehalus cat minyak, warna juga lebih rentan pudar jika terkena sinar matahari langsung secara terus menerus.
Gambar.10. karya seni lukis dengan bahan cat akrilik

10 Tips Melukis Menggunakan Cat Akrilik untuk Pemula

Lukisan Cat Akrilik
Akrilik adalah cat serba guna yang cepat kering, dan dapat digunakan langsung dari kalengnya (seperti cat minyak) atau dicairkan terlebih dahulu dengan air atau medium lain (seperti cat air). Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam melukis menggunakan cat Akrilik:
Tip 1: Mempertahankan Cat Akrilik agar Dapat Terus Digunakan
Karena cat Akrilik sangat cepat kering, ambil sedikit mungkin cat dari kalengnya. Jika anda menggunakan palet plastic normal, semprotkanlah air untuk mempertahankan kelembaban cat akrilik pada palet. Jika anda menggunakan palet khusus (yang mampu mempertahankan kelembaban cat) – yang mana cat diletakkan pada selembar kertas lilin– anda tidak lagi membutuhkan penyemprot air, hanya saja karena anda harus mempertahankan posisi kertas lilin, anda akan kesulitan dalam memegang palet jenis ini.
Tip 2: Keringkan Kuas Anda
Letakkan selembar lap kertas atau kain di dekat tempat air anda dan biasakan oleskan kuas anda ke lap tadi setelah anda mengangkatnya dari cat. Hal ini dilakukan untuk mencegah cat menetes ke pegangan kuas yang akhirnya ke lukisan anda.
Tip 3: Tak Tembus Cahaya atau Transparan
Jika digunakan secara tebal – entah dipakai langsung dari kalengnya atau dengan sedikit penambahan air – atau jika mencampur cat dengan sedikir cat warna putih, semua warna cat akrilik akan menjadi tak tembus cahaya (opaque). Jika dicairkan, cat akrilik bisa digunakan seperti cat air atau digunakan untuk airbrush.
Tip 4: Akrilik Vs Cat Air
Ketika cat akrilik kering, ini bersifat permanen dan tidak seperti cat air, cat ini bersifat tak larut dan lukisan dapat ditimpa tanpa kuatir akan merusak lukisan di bawahnya. Lukisan cat air dapat diangkat atau dihapus menggunakan air dan kain.
Tip 5: Buat Sapuan Tipis Jika Ingin Mendapatkan Lapisan Transparan
Jika anda menginginkan lapisan transparan, anda harus menyapu dengan hati-hati. Lapisan transparan hanya dapat dibuat jika anda dapat mempuat sapuan yang menghasilkan lapisan tipis pada lukisan. Lapisan tebal akan menghasilkan permukaan yang mengkilat.
Tip 6: Tingkatkan Aliran tanpa Kehilangan Warna
Untuk Meningkatkan aliran warna tanpa kehilangan kekuatan warna yang berarti, gunakanlah medium (pencair) yang bersifat meningkatkan aliran warna (flow improver medium).
Tip 7: Mencampurkan Warna Cat Akrilik
Karena cat akrilik sangat cepat mengering, anda harus bekerja cepat jika ingin mencampurkan warnanya. Jika anda bekerja dengan kertas, membasahi kertas akan menambah waktu kerja anda (memperlambat pengeringan cat).
Tip 8: Sudut  Lukisan yang Tajam
Menempelkan selotip/plester di tepi-tepi lukisan dan melepasnya dari cat akrilik kering dapat dilakukan tanpa merusak lapisan yang ada. Hal ini akan mempermudah lukisan dengan sudut yang tajam atau keras. Pastikan plester menempel dengan kuat dan jangan menggunakan cat terlalu tebal pada ujung lukisan. Jika tidak, anda tidak akan memperoleh ujung yang tajam dan bersih ketika anda mengangkat plester
Tip 9: Membersihkan Cairan Pelapis
Cairan pelapis dapat digunakan dengan cat akrilik, seperti halnya cat air. Begitu cairan pelapus kering pada kuas, ini hampir tidak mungkin untuk dibersihkan. Rendam kuas ke dalam cairan pengencer/pembersih akan membuat cairan pelapis dihilangkan dari kuas.
Tip 10: Menggunakan Cat Akrilik sebagai Lem untuk Kolase
Jika barang yang dipakai tidak terlalu berat, cat akrilik dapat digunakan sebagai lem dalam kolase dengan cara memakai cat ini secara tebal. (Kolase adalah seni artistik yang dibuat dari berbagai bahan yang ditempelkan pada permukaan lukisan).
·                Lukisan pensil warna
       Mungkin kalian sering melihat pameran gambar di musem - museum, gambar - gambar yang biasanya lukisan yang menggunakan cat minyak ataupun cat air. Tapi ada seorang seniman yang menggambar dengan hanya meggunakan pensil warna atau yang biasa kita sebut kelir.
Gambar 11. Pensil warna
Menggambar dengan pensil warna ini membutuhkan kemampuan yang lebih tinggi dari biasanya. Seniman harus dibekali darah seni , ketekunan, keuletan, dan yang pastinya kesabaran extra.
Gambar.12. eknik arsiran pensil warna
Berikut Gambar Dari Pensil yang Menakjubkan :
1. Iron Man

Gambar 13.. Iron Man hasil lukisan bahan Pensil warna

Sangat menakjubkan karya dari seniman yang tidak disebutkan namanya ini. Tokoh Marvel Iron Man ini dibuat dengan hanya menggunakan pensil warna dan tidak menggunakan air dan cat sama sekali. Tony Stark dan warna merah dari pakaianya pun sangat hidup seperti asli.

2. David Beckham


Gambar 14 . David Beckham hasil lukisan bahan Pensil warna

Siapa yang tidak mengenal salah satu pemain bola terbaik di dunia ini. David Beckham dengan tampilan yang modis ini ternyata hanyalah gambar dari pensil warna. Teknik penggambaran ini adalah dengan cara menggabungkan foto dengan gambar seperti perbandingan, sangat menakjubkan.
4. Sherlock Holmes 

Gambar 15. . Sherlock Holmes  hasil lukisan bahan Pensil warna
Berikut adalah tokoh bernama Sherlock Holmes yang biasa menjadi detektif profesional. Dalam gambar ini kita dapat melihat kejernihan wajah dan warna yang sangat pas. Gambar ini seperti foto efek yang di edit memang tapi gambar ini hanya dari pensil warna saja.

5. Captain Amerika



Gambar  16.. Captain Amerika hasil lukisan bahan Pensil warna

Gambar yang dibuat oleh seniman biasanya adalah tokoh terkenal ataupun super heroes. Seperti lukisan pensil di atas adalah Captain Amerika dengan warna khas birunya yang elegan.



6. Justin Bieber
Gambar  17.. Justin Bieber hasil lukisan bahan Pensil warna
Yang terakhir adalah artis muda yang akhir - akhir ini sangat populer yaitu Justin Bieber. Dalam gambar pensil ini Justin Bieber seperti sedang babak belur dan mengelapnya dengan daging. Mata rambut, hidung, dan bibirnya seolah adalah gambar yang diambil dari foto.

·         Lukisan crayon
Teknik Menggambar...
1.      Awali dulu dengan menemukan konsep yang tepat dan gambaran kasar hasil akhir dari gambar yang akan kita buat.
2.      Mulailah menggambar dengan dengan titik berat penyelesaian gambar utamanya, sedangkan ornamen tambahan bisa kita tambahkan setelahnya
3.       Gunakan pensil HB atau 2B untuk menggambar sketsa, dengan memulai goresan pensil dari bidang bawah kanvas atau media gambar
4.       Upayakan agar ketika membuat goresan gambar, kita tidak menekan pensil  terlalu keras. Hal ini dilakukan agar goresan-goresan pensil kita yang salah tatkala di hapus dan diperbaiki tidak meninggalkan jejak  lekukan pada media gambar kita.Hal ini akan sangat berpengaruh pada rata tidaknya sapuan pewarna (crayon) kita, karena bagian lekukan tersebut tidak akan tersapu crayon sehingga meninggalkan jejak putih pada hasil akhir gambar kita, yang tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kualitas gambar.
5.       Sketsa yang sudah jadi dapat ditebalkan dengan menggunakan pensil warna hitam, spidol snowman kecil atau boardmarker. Upayakan ujung spidol boardmarker tidak terlalu tebal, jika kita menggunakan spidol boardmarker.
6.      Sketsa yang sudah selesai sudah dapat diwarnai dengan crayon.


·         Teknik Mewarnai
           Secara tujuan, mewarnai sketsa yang sudah kita buat sebetulnya hampir sama dengan mewarnai sebuah gambar dengan teknik mengambar pensil
Awali mewarnai dari bidang bagian atas sebelah kiri  dari media gambar kita
1.       Pastikan ujung crayon yang akan kita  pergunakan bersih. Jika kotor bisa kita bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan kertas tissue.
2.      Siapkan peralatan lain seperti Kuas, Kertas Tissue, Scrabber, Spidol.
3.      Jika kesemua perangkat sudah siap, maka langkah berikutnya adalah mewarnai

-       Langkah 1   :  Blocking
Yaitu tahap memblok bidang gambar dengan warna tertentu, biasanya diawali dengan memblok dengan warna-warna muda. Pemilihan warna sangat tergantung dari bagian gambar yang akan kita warnai. misal bagian yang akan kita warnai adalah langit, maka warna muda yang kita pilih boleh biru muda, kuning muda atau putih.
-       Langkah 2  :  Gradasi
Yaitu sebuah tahap mewarnai diatas media yang sudah terblock warna muda, dengan warna-warna lain yang seirama dan secara bertingkat sehingga menjadi sebuah gradasi warna yang indah. Disinilah sebenarnya titik berat pewarnaan kita dan akan menentukan hasil akhir gambar yang kita buat.
-       Langkah 3  :  Mixing
Yaitu sebuah tahap pencampuran gradasi yang sudah kita buat tadi dengan warna-warna yang sudah digoreskan sebelumnnya. ada 2 cara yang sering dilakukan dalam proses mixing ini yaitu teknik goresan linier dan circular. Dalam penggunaanya akan menghasilkan gradasi yang berbeda. Tentunya ditempatkan pada gambar yang berbeda pula, sehingga satu bagian gambar dengan bagian gambar yang lain teknik mixing nya belum tentu sama. Contoh  : pada proses mixing warna bagian gambar langit lebih cocok dengan teknik linier daripada circular.
-       Langkah  4  :  Finishing
Yaitu tahap penghalusan warna pada bagian- bagian yang masih belum sempurna, dan penambahan aksen-aksen seperti siluet, shadow dan lain-lain
-       Langkah  5  :  Scrabbing (Sgraffito)
Tahap ini hanya merupakan tahap tambahan yang tidak mesti dilakukan, karena pada tahap ke-4 sebenarnya gambar kita sudah bisa dikatakan selesai. Scrabbing hanya sebuah tahap mengerok/mengerik bagian gambar tertentu dengan menggunakan scrabber (biasanya pada crayon merk tertetu disertakan) atau  bisa kita buat sendiri.

Banyak yg mengalami kesulitan ketika menggunakan crayon, terutama dalam hal kebersihan…ketika kita mewarnai sebuah bidang dengan crayon, lalu tanpa sengaja mengenai tangan, maka warna menjadi kusam / kotor…maka biasanya kita menggunakan tissue/sarung tangan untuk menutupi tangan kita ketika sedang mewarnai dengan crayon.
Crayon ada 2 ( jenis) yaitu Oil pastel dan Wax :
1.      Crayon Oil Pastel merupakan krayon yang terbuat dari campuran minyak dan bubuk pewarna, sedangkan
2.       Crayon Wax merupakan krayon yang terbuat dari campuran lilin dan bubuk pewarna. Kedua jenis krayon ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Oil pastel sifatnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu licin, sedangkan Wax mempunyai karakter keras dan licin.
Bila kita menengok kembali sejarah krayon, dahulu sebelum krayon diciptakan seniman lebih memilih menggunakan cat minyak dan akrilik sebagai cat untuk melukis.. namun mereka merasa kesulitan ketika mensosialisasikan kepada anak-anak.. karena bahan yang digunakan adalah bahan yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak ramah pada lingkungan.
Ketika mewarnai dengan crayon, ada beberapa peralatan yg menemaninya yaitu :
A. Pensil EE
Pensil ini berfungsi untuk mempertegas garis bagian terluar dari (kontur) gamabar. Pensil ini digunakan pada bagian terakhir proses, yaitu setelah pewarnaan crayon selesai.
B. Remover
Remover Crayon berfungsi untuk menghapus warna crayon atau gambar yang di anggap tidak perlu. Sehingga gambar tampak bersih.
C. Sapu Kecil / Kuas
Sapu Kecil / Kuas berfungsi sebagai alat untuk membersihkan ampas crayon yang berada di atas kertas gambar.
D. Tisu
Tisu berfungsu sebagai pembersih ampas crayon yang menempel diujung krayon. Jenis tisu yang digunakan adalah tisu kering yang biasa dijual di toko – toko.
E. Kerok
Alat ini digunakan dalam membuat teknik khusus dengan cara dikerokkan pada crayon yang sudah diwarnakan diatas kertas. Alat ini bisa terbuat dari apa saja asal dari bahan atau benda yang ujungnya pipih dan agak keras. Seperti sendok es krim, uang logam, sisir atau yang lainnya. Biasanya jika kita membeli crayon dengan isi banyak di dalamnya sudah tersedia alat pengerok.
F. Penyambung
Alat ini berfungsi sebagai penyambung crayon yang patah atau yang sudah pendek sehingga bisa digunakan kembali. Biasanya alat ini sudah ada dalam paket crayon yang kita beli.
G. Peraut
Alat ini berfungsi untuk meraut krayon sehingga untuk bidang-bidang yang kecil bisa terjangkau untuk diwarnai. Alat peraut ini ada dua jenis yaitu
- Peraut yang lubangnya berdiameter kecil, digunakan untuk meraut crayon yang mempunyai diameter kecil
- Peraut yang lubangnya berdiameter besar, digunakan untuk meraut crayon yang mempunyai diameter besar.
H. Alat Finishing / Clear
Alat ini berfungsi untuk melapisi gambar agar tampak bersih. kotoran-kotoran dari luar yang menempel tidak bergabung dengan crayon sehingga bisa dibersihkan. Alat ini digunakan setelah proses menggambar sudah selesai dan gambar siap di pajang.
TEKNIK MEMEGANG CRAYON
Teknik ini dilakukan dengan cara meletakkan crayon dibawah jari dengan ujung jari menjepit dan menekan pada kertas. Teknik ini biasanya jarang di pakai oleh anak karena anak-anak sudah terbiasa memegang alat tulis sehingga memegang crayon pun seperti memegang alat tulis.
TEKNIK ARSIRAN DENGAN CRAYON
1. Teknik Putar
Teknik ini dilakukan dengan cara memutar-mutarkan crayon secara berulang-ulang pada kertas sehingga kertas terwarnai oleh crayon.
Kelebihan : Hasil lebih rata (maximal)
Kekurangan : Proses pengerjaan lebih lama.
Aplikasi pewarnaan pada bentuk gambar cenderung sama prosesnya.
Misalnya :
Aplikasi pewarnaan gradasi dengan cara mewarnakan warna yang lebih tua di dahulukan baru di tindih/campur dengan warna yang lebih muda
2. Teknik Menggores
Teknik ini dilakukan dengan cara mengoreskan (garis lurus) secara berulang-ulang sehingga kertas terwarna oleh crayon.
Kelebihan : Hasil kurang rata (tidak maksimal)
Kekurangan : Proses pengerjaan lebih cepat.
Aplikasi pewarnaan pada bentuk gambar sebaiknya menyesuaikan bentuk bidang. Misalnya :
Aplikasi pewarnaan gradasi dengan cara mewarnakan warna yang lebih tua di dahulukan baru di tindih/campur dengan warna yang lebih muda
Berikut adalah beberapa contoh hasil dari mewarnai menggunakan crayon :

·         Lukisan pensil konte


Gambar  18 Potret wajah hasil polesan konte karya Somba Abdul Lubis ”
Sumber Posted: September 10, 2009 in Dunia Seni 16

Dalam salah satu buku diuraikan juga beberapa tehnik melukis hasil ekperimen “Somba”, yang salah satunya adalah tehnik melukis foto  pada media kertas  dengan  menggunakan serbuk konte       ( serbuk karbon pekat ).  Yang menggunakan serbuk batu batrei yang telah di hancurkan, wadahnya menggunakan kertas.

·         Lukisan bahan spidol
Teknik dasar menggunakan spidol:
1.      Warna terang harus dipergunakan terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
2.      Tinta putih tidak perlu digunakan warnadasar putih dari kertas dapat digunakan sebagai putih dalam lukisan
3.      Pencapuran warna di lakukan dengan cara menumpukkan satu warna di atas warna lainnya
Kertas yang paling baik digunakan untuk spidol harus mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
*      Harus berserat lembut , yaitu tampa serat atau serat atau dengan serat lembut
*      Tidak terlalu menyerap, supaya tinta tidak akan menyebar kemana-mana
*      Harus dapat menahan tinta sehingga warna dapat diperluas sebelum tinta mongering
*      Permukaan mengkilat , jenis kertas ini memudahkan spidol bergerak diatas kertas .
*      Lapisan berpori akan memudahkan menyerap warna
*      Lapisan anti air akan mencegah tinta tidak menembus kertas
 
Gambar.19. spidol

 
Gambar.20. karya seni dari bahan spidol





·         Sketsa pensil
Sketsa pensil dihasilkan dari beberapa teknik :
·           . Arsir
Arsir adalah pengulangan garis dengan tujuan mengisi bidang gambar yang kosong. Arsir memiliki fungsi sebagai berikut.
• Memberikan karakter objek gambar.
• Memberikan kesan bentuk dan volume benda.
• Memberikan kesan jarak dan kedalaman pada benda.
• Mengisi bidang kosong.
• Hasil akhir gambar (finishing touch).
·         Teknik Dusel (Dusseler)
Teknik ini dapat dilakukan dengan cara menggoreskan pensil lunak (biasanya 4B ke atas) pada bagian yang dikehendaki. Kemudian goresan tersebut digosok menggunakan angan langsung atau bantuan media lain seperti kertas tissue, kapas, kain, dan kuas. Karakter teknik ini tipis dan meratasehingga kadang hasilnya seperti diarsir.
Teknik dusel biasanya digunakan dalam mengarsir benda yang terbuat dari logam, plastik, atau sering juga  dipakai untuk menggambar wajah. Selain pensil, kamu juga bisa menggunakan serbuk warna.

Berikut adalah cara melakukan teknik dusel.
·         Buatlah sketsa dengan pensil, kemudian arsirlah sketsa dengan pensil.
·         Gosoklah bagian-bagian yang telah diarsir.
·         Hapuslah bagian yang terang (terkena cahaya) dengan bantuan
Penghapus
·         Jadilah gambar bentuk dengan teknik dusel (gosok).

Teknik Pointilis
Teknik pointilis merupakan cara menggambar yang dilakukan dengan cara memberi titik-titik dengan pensil atau pena pada bagian benda dengan intensitas tertentu. Teknik ini disebut juga dengan teknik raster

LANGKAH DALAM MENGAMBAR
  • Buatlah beberapa sketsa kasar untuk mengatur komposisi gambar.
  • Gambarlah secara keseluruhan, hindarkan untuk ingin menggambar secara detail.
  • Pertimbangkan obyek-obyek gambar yang mau kamu masukkan dan keluarkan ke dalam sketsa.
  • Bila berkonsentrasi dan menikmati pemandangan di sekiatr,  akan ditemukan berbagai jenis pohon, bukit, gunung, sungai, perumahan, sawah, dan lain-lain.
  • Semuanya bisa menjadi obyek gambar yang menarik
  • Langit dan awan merupakan satu bagian dari pemandangan, karena itu tetap perhatikan cuaca, pergerakan dan bentuk awan.
  • Setlah keindahan alam dapat dinikmati dalam alam bawah sadar, maka jangan ragu untuk segera mencorret coret sktesanya dalam gambar di kertas
  • Jangan berhenti bekerja sebelum semua yang dinikmati dalam alam di sekiatr kita dapat tertuang sepenuhnya dalam coretan sketsa di kertas.
  • Selanjutnya siapkan alat pendukung gambar lainnya seperti cat warna, spidol, cryon dan sebagaimnya.
PERSIAPAN
  • Setiap ada kesempatan untuk berlibur ke luar kota, jangan lupa persiapkan buku sketsa dan peralatan gambar.
  • Banyak obyek pemandangan alam yang indah dan menarik, sayang jika kesempatan ini sampai terlewatkan.
  • Tempat-tempat yang di kunjungi ke dalam bisa di simpan dalam sketsa gambar
  • Kamu bisa memulai dengan mencari obyek pemandangan yang terbuka.
Gambar.21 karya sketsa pensil


Gambar.22 pensil dan macam arsiran

2.      Ukiran
            Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai bahan dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir.
Gambar 24. Karya seni ukir

Gambar 25.. Karya seni ukir
        Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda- benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.
        Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain:
}  Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
}   Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
}  Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spiritual.
}  Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
}  Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.

b.      Karya seni terapan 2 dimensi
1.       Motif/ ragam hias
2.       Batik
          Batik adalah salah satu hasil kerajinan Indonesia yang di akui dunia, karena di Indonesia terdapat berbagai macam batik  motif dan coraknya tergantung darah pengrajinnya, setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting   dan kuas diatas kain dengan bahan lilin yang dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis.


Gambar. 26 Proses membatik dengan menggunakan canting.
Sumber: yfred.files.wordpress.com (7-08-2014)

Daerah-daerah penghasil batik di Nusantara, antara lain sebagai berikut.

a.       Jawa Tengah dan Yogyakarta
Jawa Tengah merupakan daerah penghasil kain batik terbesar di Nusantara. Batik Jawa Tengah memiliki corak yang khas dan sarat dengan filosofi. Daerah penghasil batik di Jawa
Tengah yang paling menonjol adalah Pekalongan, Solo, dan Semarang. Pusat penghasil kain batik terkenal lainnya adalah Yogyakarta di antaranya sebagai berikut.

b.      Batik Yogyakarta dan Solo (Surakarta)
Sejarah batik Yogyakarta adalah pengembangan dari batik Solo. Hubungan dari kedua daerah tersebut sangat erat. Batik Yogyakarta dan Solo sarat filosofi dan lebih banyak didominasi warna cokelat dan biru tua. Ada sekitar 4.000 motif batik Yogyakarta, yang cukup terkenal,di antaranya adalah motif parang, babon angrem, dan wahyu tumurun. Motif batik Solo,antara lain sidomukti, sidoluruh, dan lereng.
   
Gambar.27. batik solo
Sumber: asia.blogging.network                                    Sumber: discover-indo.tierra.net.com
(16-01-2009)                                                               (16-01-2009)                          
                                                                                               

c.       Batik Pekalongan dan Semarang

Batik Pekalongan memiliki ciri pesisir dengan  corak ragam hias alami. Corak ragam hiasnya banyak mendapat pengaruh dari Cina yang dinamis dan kaya akan warna. Batik Pekalongan banyak didominasi warna cerah, hijau, kuning,merah, dan merah muda, serta didominasi motif bunga (buketan). Batik Semarang banyak didominasi warna cokelat, kuning, hijau, dan hitam dengan motif alam, seperti bunga, dedaunan, dan burung

                   Gambar.28. batik pekalongan
Sumber: javabatik.com
     (16-01-2009)
d.      Jawa Timur
Jawa Timur termasuk daerah penghasil batik, antara lain Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo,Mojokerto, Tuban, dan lain-lain Batik Madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan pola daun-daunan. Di daerah ini terdapat beberapa motif batik tertua, yaitu ramok, sebar jagab, rumput laut, okel, dan panji lintrik.Warna yang digunakan kebanyakan diambil dari bahan alam dengan warna yang mencolok.

                   Gambar.29. batik jawa timur
                   Sumber: asia.blogging.network
(16-01-2009)
Batik Tulungagung berwarna sogan (cokelat) dan biru tua dengan motif Lung (tumbuhan) dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah batik gedog yang berciri khas golongan batik pesisir. Motif ini didominasi motif burung dan bunga. Sedangkan batik Banyuwangi lebih dikenal dengan motif batik gajah uling, dengan dasar kain berwarna putih.

e.       Jawa Barat

Daerah penghasil batik di Jawa Barat, antara lainCirebon dan Tasikmalaya. Batik Cirebon memiliki kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif  abungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu, dan bunga.Batik tulis khas Tasikmalaya   banyak menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam).

f.        Jawa Barat

Daerah penghasil batik di Jawa Barat, antara lain Cirebon dan Tasikmalaya. Batik Cirebon memiliki kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau,merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif gabungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu, dan bunga. Batik tulis khas Tasikmalaya banyak menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru, hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam).

 
Gambar.30. batikcirebon dan tasikmalaya
Sumber: www.blogfam.magzin(16-01-2009)              Sumber: www.roemahbatik.com(16-01-2009

g.      Bali
Daerah penghasil batik di Bali, antara lain Gianyar dan Denpasar. Corak batik Bali banyak kesamaan
gaya dengan batik di Jawa. Namun batik Bali menggunakan warna-warna yang lebih cerah.
h.      Sumatra
Daerah penghasil batik Sumatra antara lain Padang (Sumatra Barat) dan Jambi. Padang terkenal dengan batik tanah liek. Bahan pewarna batik Sumatra umumnya berasal dari bahan-bahan alami, termasuk akar-akaran yang dicampur tanah liat  sehingga memiliki ciri khas tersendiri.
i.        Kalimantan
Salah satu penghasil batik terkenal di Kalimantan adalah Banjarmasin (Kalimantan Timur). Kain batik yang digunakan adalah berjenis santung, katun, sutra, yuyur, dan satin. Batik Banjarmasin memiliki motif yang bervariatif dan banyak mengambil objek alam. Motif-motif batik Banjar, antara lain berbentuk irisan daun pudak, daun bayam, dan jamur kecil
Gambar.31. batik Banjarmasin
Sumber: bp2.blogger.com  (16-01-2009)

Cetak grafis

            . Istilah grafis berasal dari bahasa Inggris graph atau graphic yang berarti membuat tulisan atau gambar dengan cara ditoreh atau digores. Grafi atau grafis juga bias diartikan gambaran nyata. Dengan demikian, seni grafisada lah karya seni rupa dua dimensi yang proses pembuatannya melalui teknik cetak.
1. Jenis-jenis seni grafis
Pembagian jenis seni grafis dilakukan berdasarkan teknik pembuatannya. Bahan dan alat yang dipakai juga
beragam sesuai teknik yang digunakan. Jenis-jenis seni grafis berdasarkan teknik pembuatannya dapat bedakan
sebagai berikut.
a. Cetak dalam (intaglio print)
Cetak dalam dibuat dengan bahan cetakan dari aluminium yang permukaannya ditoreh hingga menghasilkan
goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan pada bagian yang dalam tersebut. Kertas yang sudah dibasahi dengan air lalu diletakkan di atasnya. Tinta akan melekat pada kertas dan terbentuklah gambar atau
tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, atau logam
runcing.
b. Cetak saring (screen printing)
Proses pembuatan cetak saring biasa disebut teknik sablon. Proses pembuatan cetak saring melalui tahapan
pembuatan dari bahan screen, yaitu kain yang dilapisi bahan peka cahaya. Disebut cetak saring karena tinta yang terdapat di atas permukaan screen akan tersaring melalui pori-porinya menembus permukaan kertas atau media lain yang dikehendaki, misalnya kain dan benda-benda berpermukaan datar lainnya.


c. Cetak datar
Cetak datar adalah suatu teknik memperbanyak atau memproduksi suatu gambar atau tulisan dengan menggunakan media cetakan yang mempunyai permukaan datar atau rata. Teknik cetak datar sekarang ini dapat dijumpai pada sistem mesin cetak dan teknik foto mekanik.
d. Cetak tinggi
Proses pembuatan cetak tinggi menggunakan cetakan dari bahan yang dicukil sehingga menghasilkan
permukaan tinggi dan rendah (bagian yang menonjol dan yang tenggelam). Bentuk permukaan tinggi dan
rendah tersebut dinamakan relief. Dari keempat jenis teknik berkarya membuat cetak grafis tersebut, yang akan kita pelajari lebih lanjut ialah membuat cetak tinggi.
2. Membuat cetak tinggi
Pembuatan gambar dengan teknik cetak tinggi dapat menghasilkan karya yang menarik, yang berbeda dengan
gambar atau lukisan lain yang pernah kamu buat. Proses pembuatannya cukup mudah.
a. Bahan dan alat
Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan cetak tinggi adalah acuan cetak (plat klise). Acuan cetak dapat
dibuat dari papan, kayu triplek atau hard board, malam atau lilin yang telah dibentuk lempengan, dan sabun
batangan. Alat yang diperlukan untuk membuat cetak tinggi, yaitu sebagai berikut.
1) Pahat dan pencungkil kayu, digunakan untuk membentuk gambar pada acuan cetak. Bisa juga dengan menggunakan pisau cutter, namun harus dilakukan dengan hati-hati.
2) Tinta cetak, biasa dipakai di percetakan, bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin (bisa dibeli di apotek). Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta gigi.
3) Rol karet, kertas putih (kertas gambar), dan pensil.
b. Proses pembuatan cetak tinggi
Proses pembuatan cetak tinggi sebagai berikut.
1) Buat sketsa gambar terlebih dulu pada acuan cetak.
2) Cukil dan pahatlah dengan pahat grafis atau pahat
coret. Artinya, bagian yang tidak boleh terkena tintadibuang.
3) Ratakan tinta di atas kaca dengan menggunakan rol.
4) Beri tinta pada permukaan acuan cetak dengan menggunakan rol.
5) Letakkan acuan cetak di atas kertas (posisi cetakan menghadap ke bawah menempel kertas).
6) Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tekan permukaan kertas dengan menggunakan rol.
7) Angkat kertas perlahan-lahan dari permukaan acuan cetak.
8) Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Agar tampil menarik, tempatkan karya tersebut pada pigura. Untuk memudahkan memahami langkah-langkah tersebut di atas, perhatikan gambar berikut:


                
Gambar.32. batikTeknik cetak timbul

3.      Teknik dan Bahan Karya Seni rupa dua dimensi
1.      Teknik membatik
         Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitu penghilangan malam.

Gambar 32. . Karya batik

       Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
·          Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnya berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
·         Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna ke serat kain (benang).
·          Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol
·          Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain
·         Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar.
Sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut:
·         Batik celup ikat, adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.
·         Batik tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain.
·          Batik cap, adalah batik yang dibuat menggunakan alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.
·         Batik lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.
·         Batik modern, adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh karena itu pada hasil akhirnya tidak ada motif, bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang sama di setiap produknya.
·          Batik printing, adalah kain yang motifnya seperti batik. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik, tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai untuk kain seragam sekolah.
                   Daerah penghasil batik di Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Rembang dan Cirebon

2.      Teknik Anyam
       Kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong, pandan dan lain-lain
Gambar 33 . Karya anyaman



3.      Teknik Tenun
       Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain
diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik
Gambar.34. karya tenun

Karya tenun di Indonesia terbentuk melalui proses waktu yang panjang sejak zaman kebudayaan Dongson prasejarah. Kain tenun dengan segenap teknik dan ragam hiasnya telah mengalami perkembangan hingga terbentuk karya tekstil yang bernilai seni tinggi.
1. Jenis-jenis kain tenun
Ada dua jenis kain tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Perbedaan keduanya terletak pada bahan yang
digunakan dan teknik pembuatannya.
a. Tenun ikat
Tenun ikat adalah kain tenun yang pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat bagianbagian
benangnya. Sejarah pembuatan tenun Nusantara diawali dengan adanya tenun ikat lungsi yang sudah
ada sejak zaman prasejarah. Tenun ikat lungsi adalah tenun yang teknik pembentukan ragam hiasnya dibuat
dengan cara mengikat benang lungsinya, yaitu benang yang vertikal. Persebaran tenun ikat lungsi, antara lain
di Toraja, Sulawesi Selatan, Minahasa (Sulawesi Utara), Batak (Sumatra Utara), Sumba (NTT), Flores, dan di
pedalaman Kalimantan. Pada perkembangan selanjutnya, dikenal pula pembuatan tenun dengan teknik ikat pakan (jalur horizontal) Bahan-bahan yang digunakan dalam tenun ikat adalah benang kapas, dapat juga menggunakan benang sutra alam, seperti pada tenun ikat Nusapenida (Bali) dan Padang. Tenun ikat ini oleh sebagian masyarakat lebih dikenal dengan sebutan kain ulos.
b. Tenun songket
Tenun songket atau populer dengan sebutan kain songket adalah jenis kain tenun yang penciptaannya dimulai
setelah adanya tenun ikat. Teknik pembuatan tenun songket sebenarnya sudah ada sejak zaman prasejarah
dengan adanya teknik pakan tambahan dan lungsi tambahan. Namun kain songket yang menggunakan benang emas, benang perak, atau benang sutra mulai diterapkan semenjak adanya hubungan perdagangan kerajaan di Sumatera dengan orang-orang asing terutam dari Cina. Benang sutra yang didapatkan dari luar diterapkan dalam kain tenun yang kemudian dikenal dengan sebutan kain songket. Kain songket adalah kain tenun yang dibuat melalui suatu teknik memberikan benang tambahan berupa benang emas, benang perak,atau benang sutra dengan cara dicukit atau disongket. Pembentukan corak pada tenunan sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan, yang membentuk desain itu sendiri. Ada desain benang sutra yang ditempatkan di atas dasar benang kapas. Ada desain yang terbentuk dari jenis benang yang sama, misalnya dari sesama benang kapas atau sesama benang sutra, atau dari jenis benang lainnya. Daerah-daerah tertentu  di Indonesia yang menjadi awal pembuatan songket, antara lain Palembang (Sumsel), Donggala (Sulteng),  Bugis (Sulsel), dan Bali

.
                   Gambar.35  Kain tenun ulap doyo
bermotif kait segi empat dan tumpal, dari Kaltim
Sumber: nga.gov.au (11-02-2009)



Gambar.36   Kain songket dengan sutra merah bermoti bunga dalam jalurjalur,dari Subar.
Sumber: Kain Songket, 2007

3.       Membuat karya tenun
Bahan dasar pembuatan tenun adalah benang kapas dan sutra yang banyak terdapat di Indonesia. Tradisi
membuat tenun di Flores sebagai daerah penghasil kapas, sudah berlangsung sejak dulu hingga sekarang.

Berkarya seni dua dimensi
Untuk pembuatan karya seni dua dimensi didsini kita akan berkarya seni kaligrafi dari bahan :
BAHAN PEMBUATAN KALIGRAFI & ORNAMEN :
1. Plat aluminium sebagai dasar pembuatan huruf atau ornamen
2. Triplek
3. Bludru atau kertas olahan sebagai back ground
4. Benang emas
5. Cat semprot                                                                                                                              
6. Lem kayu dan lem kulit
7. Kertas Karton sebagai mal
8. Serbuk warna mas/perak
PERALATAN KERJA :
1. Gunting
2. Pisau cutter
3. Tang
4. Mata ball point sebagai alat ukir
5. Kuas
CARA KERJA :
1. Mal dari kertas karton yang telah ada pola/sketsanya diletakkan diatas lempengan plat aluminium dan kemudian digoret mengikuti alur sketsa.
2. Plat aluminium yang telah ada pola kemudian di gunting,
3. Hasil guntingan plat kemudian digoret/diukir dengan menggunakan mata ball point yang telah kosong,
4. Langkah selanjutnya adalah melakukan pengecatan sesuai dengan warna yang diinginkan
5. Huruf/ornamen yang telah dicat kemudian diberi kaki-kaki
6. Setelah diberi kaki-kaki, huruf/ornamen ditempelkan ke triplek yang telah diberi back ground sesuai dengan keinginan konsumen (dari bludru atau kertas olahan)
7. Kaligrafi/ornamen yang telah selesai kemudian diberi pigura.
CATATAN :
1. Semua proses pembuatan merupakan olahan tangan (100% handmade)
2. Membuat karya sesuai dengan ukuran, warna latar, warna huruf yangh dio inginkan
Membuat Relief Kaligrafi Sistim Ketok Dari Aluminium & Kuningan

Gambar. 37. Hasil karya seni dua dimensi dari bahan plat kuningan


Pada proses  ini akan kita ulas sedikit mengenai cara membuat relief kaligrafi ketok dari alumunium dan kuningan/ almanium. Cara membuat relief dari alumunium atau kuningan ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian yang tinggi, tapi bila relief alumunium ataupun kuningan yang kita bikin unik, rapi dan bercitarasa seni yang tinggi nilai jualnya tentu akan mengikutinya. Tahapan pembuatan relief alumunium atau kuningan cukup sederhana, begitu pula alat dan bahannya, tapi untuk bahan lembaran kuningan lebih mahal dari pada
alumunium tentunya, disini untuk belajar kita akan menggunakan alumunium dulu, disamping harganya yang murah, bahan lembaran alumunium mudah didapat, karena hampir setiap toko material
menjualnya.







 








gambar. 38. Plat almanium.

Trik kali ini hanya contoh teknik, bahan, alat, motif relief atau huruf kaligrafi yang sederhana, untuk selanjutnya Anda bisa mengembangkan sendiri,

Langkahnya sebagai berikut:
  1. Kita siapkan aluminium bekas master plat percetakan, agak lumayan rata.
  2. Kita mulai membuat relief dengan memotong lembaran alumunium.
  3. Selanjutnya kita luruskan dulu lembaran aluminium yang bergelombang dengan kain, dengan di gosok dan tekan.
  4. Setelah kita ratakan dan luruskan lalu kita potong dengan gunting sesuai dengan kebutuhan.
  5. Setelah dipotong sesuai dengan ukuran yang kita kehendaki, lalu kita  mulai dengan membuat pola 2 buah garis lurus pada sekeliling lembaran alumunium tersebut dengan menggunakan paku yang di buat agak tumpul. 
  6. Setelah itu kita mulai ke langkah berikut dengan membuat border dengan menggores dan tarik garis pada sekelilingnya dengan menekan ( di bawah alumunium harus di beri bantalan seperti: karet tipis, kulit, buku agenda yang lunak, kain beberapa lapis)
  7. Setelah sekeliling huruf selesai kita  garis, lembaran alumunium tersebut kita balik dan kita beri motif pada huruf kaligrafi, bisa motif lengkung, lurus atau bisa goresan berulang, semakin dalam kita menekan, maka huruf akan semakin menonjol bila dilihat dari depan.
  8. Juga kerjakan pada bagian sekeliling/border, juga pada garis lis pinggir, demikian setengah kerjaan sederhana kita sudah nampak.
  9. Langkah selanjutnya siapkan potongan tripleks atau papan seukuran dengan lempengan alumuium yang akan kita tempel, juga siapkan lem kuning, beri lem pada kedua sisi alumunium dan tripleks, setelah kering tempelkan keuianya dan tekan-tekan dengan kain.
  10. Selanjutnya tahap ketok, alatnya menggunakan logam seperti paku tapi agak tumpul, jadi pada waktu di ketok alumunium tidak bolong tapi hanya berbekas, sedang pemukulnya menggunakan papan yang agak lebar supaya tidak meleset (pengetokan ambang 10 kali sampai 15 kali ketokan per detik)
Proses diatas hanya sekedar contoh sederhana saja dari alumunium, sedangkan cara membuat relief kaligrafi dari lembaran atau lempengan kuningan tidak beda jauh.
Demikian sedikit teknik cara membuat relief kaligrafi dari alumunium dan kuningan semoga dapat sedikit memberikan inspirasi.

Proses langkah dalam gambar:











Contoh relief kaligrafi:



Gambar 39. Hasil karya plat almanium/plat kuningan

Silahkan mencoba !





F.  Metode Pembelajaran                                          
1.      Pendekatan:
Pendekatan Ilmiah (saintific approach)
2.      Metode:
a.       Metode Pembelajaran Berbasis Proyek/Penugasan
b.      Metode Pembelajaran Penemuan

G. Media, alat, dan sumber pembelajaran    :
-        Media:
a.       Video pembelajaran berkarya seni 2 dimensi
b.      Power point
-       Alat dan Bahan:
a.       kertas
b.      cat air,  cat minyak, pensil, pensil warna, konte
c.       minyak cat
d.      plat
e.       paku
f.       hadrayerd
g.       palet
h.      Dll
Sumber pembelajaran
Amazine.co,2014 Apa itu Cat Akrilik? Tips Menggunakan Cat Akrilik| Online Popular Knowledge (download) 08.14
Isndro.S,2000 Seni Menggambar dan Mewarnai “ Spidol” Jakarta. Penerbit PT. Elex MedIa Kumputindo, gramedia
Kemendikbud, 2014 Buku Guru  Seni Budaya  SMA/SMK  Kelas XI. Jakarta. Penerbit    Pusat Kurikulum dan perbukuan, balitbang, kemdikbud.
Suhernawan Rachmat, ,2010, buku Seni rupa SMP/MTS VII,VII, IX. Jakarta Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 201
, berkarya seni dua dimensi (download) di 08.14
G. Kegiatan Pembelajaran                                       
                                                 
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan pertemuan 1 dan 2
1.     Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.     Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.     Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat karya seni dua dimensi  dalam kehidupan sehari-hari;
4.     Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa;
5.     Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan latihan individu, pembahasan karya secara klasikal, tugas bekerja kelompok)
6.     Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
15  menit
Kegiatan inti
1.     Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bentuk karya  dua dimensi yang ada di kehidupan sehari-hari
2.     Siswa menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari karya seni dua dimensi, berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh dalam kebutuhan  sehari-hari
3.     Secara kelompok siswa menyelesaikan tugas analisis bentuk yang termasuk karya seni rupa dua dimensi , yang terdapat di kehidupan sehari-hari 
4.     Secara kelompok, siswa berdiskusi membahas hasil tugas hasil analisis karya seni dua dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
5.      Anggota kelompok mengapresiasi hasil analisis karya seni dua dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari

60 menit
Penutup
1.     Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran hasil analisis karya seni dua dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
2.     Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.     Guru memberi pekerjaan rumah;
4.     Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
15 menit
Pendahuluan pertemuan 3 Dan 4
1.      Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.      Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.      Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar membuat karya dua dimensi dalam kehidupan sehari-hari;
4.      Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa;
5.      Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi disertai tanya jawab, latihan individu, pembahasan karya secara klasikal, latihan pemajangan hasil karya)
6.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
15 menit
Kegiatan inti
1.       Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh bentuk karya seni dua dimensi
2.       Siswa menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari kara dua dimensi gambar berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh
3.       Secara individu siswa menyelesaikan tugas kaya seni dua dimensi yaitu berkarya seni kriya 
4.       Beberapa siswa  memajang hasil penyelesaian karya seni dua dimensi yaitu seni kriya. Siswa tersebut ditunjuk secara acak oleh guru;
5.      Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian karya seni kriya. Guru memberikan umpan balik;

60 menit
penutup
1.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
2.      Guru memberi pekerjaan rumah;
3.      Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
4.      Berkarya seni dua dimensi (pertemuan 4)
15 menit

H. Penilaian Autentik
Teknik       :  Pengamatan
Bentuk       :  Diskusi/Tugas kelompok
Instrumen  :  Tes dan non tes (Hasil Rubrik diskusi)
Tes tertulis :
1.   Jelaskan pengertian karya dua dimensi!
2.   Sebutkan dan jelaskan 5 macam bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi
3.    jelaskan tekik pewarnaan dari 5 macam bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi diatas!
4.   Buatlah makalah satu karya seni dua dimensi! Kemudian diskusikan di depan kelas .

Non tes :
Buatlah karya dua dimensi seni kriya plat almanium kaligrafi
1.      Jelaskan pengertian karya dua  dimensi!
Kriteria Jawaban
Skor Max
Skor Perolehan
Nilai
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban

3
2
1
0




 x 100 =
2.      Sebutkan dan jelaskan 5 macam bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi

Kriteria Jawaban
Skor Max
Skor Perolehan
Nilai
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban

3
2
1
0




 x 100 =
3.      jelaskan tekik pewarnaan dari 5 macam bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi diatas!


Kriteria Jawaban
Skor Max
Skor Perolehan
Nilai
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban

3
2
1
0




 x 100 =


1.      Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok

No
Nama Siswa
A s p e k
Jumlah
Skor
Nilai
Ket.
Gagasan
Kerja sama
Inisiatif
Keaktifan
Kedisiplinan
1









2









3









4




















          Keterangan Skor :                                                           Kriteria Nilai
Baik sekali    =    4                                              A      =    80 – 100       :  Baik Sekali
Baik              =    3                                              B       =    70 – 79         :  Baik
Cukup           =    2                                              C       =    60 – 69         :  Cukup
Kurang          =    1                                              D      =    ‹ 60               :  Kurang

                    

Kriteria penilaian karya seni dua dimensi pembuatan karya dua dimensi

NO
NAMA
ASPEK YANG DINILAI
SKOR
Atistik


Kelengkapan alat dan bahan
Penguasaan teknik
Finising/ pengemasan
0 - 35
0 - 10
0 - 45
0 - 10
JUMLAH
NILAI
1







2







3







4







5







6







7










2. Penilaian Sikap dalam proses pembelajaran

No.

Nama
Perilaku

Nilai

Ket.
Kedisiplinan
Kerjasama
Kejujuran
Tanggung Jawab
1.







2.








Keterangan :
a.       Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut :
                  1 = sangat kurang
                  2 = kurang
                  3 = sedang
                  4 = baik
                  5 = amat baik

b.      Nilai merupakan jumlah dari skor-skor tiap indikator perilaku.
c.       Keterangan diisi dengan kriteria berikut :
                  Nilai     18-20   = berarti amat baik
                  Nilai     14-17   = berarti baik
                  Nilai     10-13   = berarti sedang
                  Nilai     5-9       = berarti kurang
                   Nilai     0-4       = berarti sangat kurang
Takalar 2 Agustus  2014
Mengetahui
Kepala SMA NEGERI 2 TAKALAR                                                   Guru Mata Pelajaran,



H.  B A K H T I A R .T ,S. A g                                                            RUSNI, SPd
NIP.  195605O5 1987011 001                                                NIP.19770829 200604 2 010
















Materi  Pengemasan Perangkat Pembelajaran :  Format 1 : F-RPP)
FORMAT RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(F-RPP)

Sekolah                                                   : SMA NEGERI 2 TAKALAR
Mata Pelajaran/Tema/Sub Tema           : SENI BUDAYA
Kelas/Semester                                       : XI/ I
Materi Pokok*                                                     : Bahan dan media, jenis, simbol, nilai estetika dalam proses berkarya seni tiga dimensi
Pertemuan Ke                                        : 1 - 4
Alokasi Waktu                                        : 8 x 45 menit
 

A.  Kompetensi Inti (KI)                                              :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.  Kompetensi Dasar dan Indikator                :
1.1. Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap  karya seni rupa  sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
 2.1.Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui  aktivitas berkesenian
2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan    pembuatnya
3.1. Menganalisis bahan, media,  teknik dan proses berkarya dalam seni rupa.
 3.2.Mengevaluasi  karya seni rupa  berdasarkan jenis, simbol,  fungsi, teknik  dan  nilai estetisnya

Indikator
g.       Menjelaskan macam karya seni rupa
h.      Menjelaskan bahan media dan teknik seni rupa
i.        Menjelaskan karya seni rupa berdasarkan jenis, symbol, fungsi, teknik dan estetisnya
j.        menjelaskan langkah-langkah membuat karya seni rupa tiga dimensi
k.      Menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
l.        Mempertanggung  jawabkan secara lisan atau  tulisan  mengenai  karya seni rupa tiga dimensi
4.2. Membuat karya seni rupa tiga dimensi hasil modifikasi.
Indikator
c.       Bereksperimen dengan beragam media dan teknik dalam membuat  karya seni rupa tiga dimensi.
d.      Membuat karya seni rupa dua dimensi.
D. Tujuan Pembelajaran         :

Melalui proses melihat, mengamati, menanyakan dan berdiskusi siswa dapat:
·      Menjelaskan macam karya seni rupa tiga dimensi.
·      Menjelaskan konsep seni rupa tiga dimensi yang sedang berkembang
·      Menjelaskan proses pembuatan karya seni rupa tiga dimensi.
·      Menjelaskan langkah-langkah membuat karya seni rupa tiga dimensi
·      Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
Melalui proses mengumpulkan informasi, bereksperimen, membandingkan karya dan menghubungkan data  siswa dapat:
·      Menjelaskan macam karya seni rupa tiga dimensi..
·      Menyampaikan hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
·      Menunjukkan sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
Melalui proses pembuatan karya seni rupa dan laporan pertanggungjawaban karya siswa dapat:
·      Mempertanggung jawabkan secara lisan atau  tulisan  mengenai  karya seni rupa tiga dimensi
·      Bereksperimen dengan beragam media dan teknik dalam membuat  karya seni rupa tiga dimensi.
·      Membuat karya seni rupa tiga dimensi.
E.  Materi Pembelajaran                                           
b.         Jenis karya seni rupa tiga dimensi
1.      Pengertian karya seni 3 dimensi
Karya seni rupa 3 dimensi adalah kary7a seni yang berukuran P X L X T dan dapat dilihat dari segala arah
2.      Jenis-jenis karya seni rupa 3 dimensi
c)      Karya seni murni 3 dimensi
-       Patung
-       Istalasi
d)      Karya seni terapan 3 dimensi
-       Benda-benda kerajinan
-       Gerabah
-       Rumah adat
-       dll
3 seni kriya
A. Pengertian Seni Kriya
  
          Seni kriya sering disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Seni kriya termasuk seni rupa terapan (applied art) yang selain mempunyai aspek-aspek keindahan juga menekankan aspek kegunaan atau fungsi praktis. Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan pertimbangan artistik dan keindahan
B.  Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
  1. Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
  2. Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai  benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek  kegunaan atau segi fungsinya.
  3. Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.
Karya kriya murni 3 dimensi
-       Pengertian Seni Kriya Murni
          Seni kriya yang digolongkan ke dalam seni rupa murni adalah seni kriya yang tidak memiliki fungsi praktis melainkan hanya memiliki fungsi hias atau pajang. Seni kriya dapat menggunakan berbagai jenis bahan termasuk bahan yang berasal dari limbah alam maupun limbah industri. Teknik berkarya tergantung dari jenis kriya dan bahan yang digunakan, seperti pecahan-pecahan kaca menjadi hiasan dinding dengan teknik mozaik, plastik kemasan menjadi bentuk bunga dengan potong/rangkai, kulit hewan menjadi hiasan dinding bentuk wayang dengan teknik dipahat (disungging), tanah liat menjadi boneka keramik dengan teknik dibutsir, dll.

Gambar 1. Karya seni seni murni (patung)

a)      Karya kriya terapan 3 dimensi
     Seni rupa kriya terapan dibuat dengan mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain dimanfaatkan fungsi pakainya untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Namun demikian karya seni rupa terapan diupayakan memilki nilai artistik pula. Membuat karya seni rupa kriya terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat keamanan (security), kenyamanan (comfortable),dan keluwesan dalam penggunaan (flexibility).
     Seni kriya atau seni kerajinan memilki perbedaan dengan desain. Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional dengan keterampilan tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, bambu, batu, logam, tanah liat, kulit binatang, dan lain-lain. Karya seni kriya kini banyak digemari karena unsur keasliannya, tak heran orang-orang banyak yang merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada barang-barang buatan pabrik. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya diantaranya; keramik (gerabah), ukir kayu, kerajinan kulit, anyaman, batik, dan kerajinan logam.






Contoh karya seni kriya terapan
   
Gambar 2. Karya seni kriya terapan

F.      Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya
         Ada beberapa teknik pembuatan benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, dan membentuk
1.      Teknik cor (cetak tuang)
a)      Teknik Tuang Berulang Teknik bivalve disebut juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keeping cetakan terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi berarti dua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun hiasannya
b)      Teknik a cire perdue dibuat untuk membuat benda perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat, selanjutnya dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian dibakar untuk mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga, sehingga perunggu dapat dituang ke dalamnya. Setelah dingin cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh benda perunggu yang diinginkan.
c)      Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang bahan-bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris, piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang terdapat di Juwana dan Mojokerto
2.      Teknik Ukir
Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai bahan dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan benda yang diukir.
Gambar 2. Karya seni ukir
        Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda- benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, zig zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan juga mengandung makna simbolis dan religius.
        Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain:
}  Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
}   Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
}  Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spiritual.
}  Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
}  Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.

3.      Teknik membatik
         Kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod yaitu penghilangan malam.

Gambar 4. . Karya batik

       Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
·          Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnya berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
·         Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna ke serat kain (benang).
·          Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol
·          Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain
·         Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar.
Sesuai dengan perkembangan zaman, saat ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut:
·         Batik celup ikat, adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.
·         Batik tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan canting pada motif yang telah digambar pada kain.
·          Batik cap, adalah batik yang dibuat menggunakan alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.
·         Batik lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Seniman batik lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.
·         Batik modern, adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh karena itu pada hasil akhirnya tidak ada motif, bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang sama di setiap produknya.
·          Batik printing, adalah kain yang motifnya seperti batik. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik, tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai untuk kain seragam sekolah.
                   Daerah penghasil batik di Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Rembang dan Cirebon

4.      Teknik Anyam
       Kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong, pandan dan lain-lain
Gambar 5 . Karya anyaman

5.      Teknik Tenun
       Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain

6.      Teknik membentuk
       Penegertian teknik membentuk di sini yaitu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat yang lazim disebut gerabah, tembikar atau keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang baru dan jauh berbeda dari bahan mentahnya.
Teknik yang umumnya digunakan pada proses pembuatan keramik diantaranya:
a. Teknik coil (lilit pilin)  
b. Teknik pijat jari
c. Teknik slab (lempengan)
Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik
7.      Meronce
Meronce adalah menyusun benda-benda menjadi satu dengan menggunakan seutas tali atau yang lain. Contohnya seperti kalung, bross, atau menyusun abjad, nama anak.  saudara, atau juga membuat orang-orangan.
G  Proses berkarya seni tiga dimensi
F.  Metode Pembelajaran                                          
3.      Pendekatan:
Pendekatan Ilmiah (saintific approach)
4.      Metode:
c.       Metode Pembelajaran Berbasis Proyek/Penugasan
d.      Metode Pembelajaran Penemuan

G. Media, alat, dan sumber pembelajaran    :
-        Media:
c.       Video pembelajaran berkarya seni 3 dimensi
d.      Power point
-       Alat dan Bahan:
i.        kertas
j.        lem lilin
k.      tembak lem lilin
l.        Berbagai macam bentuk manik-manik
m.    Tang pemotong
n.      plat
o.      Dll
Sumber pembelajaran
Kemendikbud, 2014 Buku Guru  Seni Budaya  SMA/SMK  Kelas XI. Jakarta. Penerbit    Pusat Kurikulum dan perbukuan, balitbang, kemdikbud.
          Setyowati, desi. 2014 Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook , membuat bros sendiri (download) di 07.14


G. Kegiatan Pembelajaran                                       
                                                 
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan pertemuan 1 dan 2
7.     Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
8.     Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
9.     Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar menggambar bentuk dalam kehidupan sehari-hari;
10. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa;
11. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan latihan individu, pembahasan karya secara klasikal, tugas bekerja kelompok)
12. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
15  menit
Kegiatan inti
6.     Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bentuk karya 3 dimensi yang ada di kehidupan sehari-hari
7.     Siswa menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari karya seni 3 dimensi, berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh dalam kebutuhan  sehari-hari
8.     Secara kelompok siswa menyelesaikan tugas analisis bentuk yang termasuk karya seni rupa 3 dimensi , yang terdapat di kehidupan sehari-hari 
9.     Secara kelompok, siswa berdiskusi membahas hasil tugas hasil analisis karya seni 3 dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
10.  Anggota kelompok mengapresiasi hasil analisis karya seni 3 dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari

60 menit
Penutup
5.     Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran hasil analisis karya seni 3 dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
6.     Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
7.     Guru memberi pekerjaan rumah;
8.     Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
15 menit
Pendahuluan pertemuan 3 Dan 4
1.      Guru memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.      Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.      Siswa mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar membuat karya 3 dimensi dalam kehidupan sehari-hari;
4.      Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa;
5.      Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi disertai tanya jawab, latihan individu, pembahasan karya secara klasikal, latihan pemajangan hasil karya)
6.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
15 menit
Kegiatan inti
6.       Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh bentuk karya seni 3 dimensi
7.       Siswa menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari kara 3 dimensi gambar berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh
8.       Secara individu siswa menyelesaikan tugas kaya seni 3 dimensi yaitu berkarya seni kriya 
9.       Beberapa siswa  memajang hasil penyelesaian karya seni 3 dimensi yaitu seni kriya. Siswa tersebut ditunjuk secara acak oleh guru;
10.  Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian karya seni kriya. Guru memberikan umpan balik;

60 menit
penutup
5.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
6.      Guru memberi pekerjaan rumah;
7.      Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
15 menit

H. Penilaian Autentik
Teknik       :  Pengamatan
Bentuk       :  Diskusi/Tugas kelompok
Instrumen  :  Tes dan non tes (Hasil Rubrik diskusi)
Tes tertulis :
5.   Jelaskan pengertian karya 3 dimensi!
6.   Jelaskan Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
7.   Sebutkan jenis-jenis karya seni kriya
Non tes :
Buatlah karya seni kriya 3 dimensi dengan teknik meronce
1.      Jelaskan pengertian karya 3 dimensi!
Kriteria Jawaban
Skor Max
Skor Perolehan
Nilai
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban

3
2
1
0




 x 100 =
2.      Jelaskan Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya

Kriteria Jawaban
Skor Max
Skor Perolehan
Nilai
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban

3
2
1
0




 x 100 =
3.      Sebutkan jenis-jenis karya seni kriya

Kriteria Jawaban
Skor Max
Skor Perolehan
Nilai
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban

3
2
1
0




 x 100 =
2.      Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok

No
Nama Siswa
A s p e k
Jumlah
Skor
Nilai
Ket.
Gagasan
Kerja sama
Inisiatif
Keaktifan
Kedisiplinan
1









2









3









4




















          Keterangan Skor :                                                           Kriteria Nilai
Baik sekali    =    4                                              A      =    80 – 100       :  Baik Sekali
Baik              =    3                                              B       =    70 – 79         :  Baik
Cukup           =    2                                              C       =    60 – 69         :  Cukup
Kurang          =    1                                              D      =    ‹ 60               :  Kurang

                    

Kriteria penilaian karya seni kriya terapan 3 dimensi dengan teknik meronce

NO
NAMA
ASPEK YANG DINILAI
SKOR
Atistik


Kelengkapan alat dan bahan
Penguasaan teknik
Finising/ pengemasan
0 - 35
0 - 10
0 - 45
0 - 10
JUMLAH
NILAI
1
IMRAN






2
NURHAYATI






3
HERLINA






4
MAISAR






5
HAFIDZA






6
ST. NAIDAH






7
ISWAR







2. Penilaian Sikap dalam proses pembelajaran

No.

Nama
Perilaku

Nilai

Ket.
Kedisiplinan
Kerjasama
Kejujuran
Tanggung Jawab
1.







2.








Keterangan :
d.      Kolom perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut :
                  1 = sangat kurang
                  2 = kurang
                  3 = sedang
                  4 = baik
                  5 = amat baik
e.       Nilai merupakan jumlah dari skor-skor tiap indikator perilaku.
f.       Keterangan diisi dengan kriteria berikut :
                  Nilai     18-20   = berarti amat baik
                  Nilai     14-17   = berarti baik
                  Nilai     10-13   = berarti sedang
                  Nilai     5-9       = berarti kurang
                   Nilai     0-4       = berarti sangat kurang
Takalar 2 Agustus  2014
Mengetahui
Kepala SMA NEGERI 2 TAKALAR                                                   Guru Mata Pelajaran,



H.  B A K H T I A R .T ,S. A g                                                            RUSNI, SPd
NIP.  195605O5 1987011 001                                                NIP.19770829 200604 2 010

0 comments:

Post a Comment