FORMAT
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(F-RPP)
Sekolah : SMA Negeri
2 Takalar
Mata Pelajaran/Tema/Sub Tema : Seni Budaya
Kolas/Semester : XI/ I
Matera
Pokok :
Bahan, media, jenis, simbol, fungsi, nilai
estetika dan teknik dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi
Pertemuan
Ke :
1 - 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. Kompetensi Inti (KI)
|
Kompetensi Inti 1
|
:
|
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya.
|
|
Kompetensi Inti 2
|
:
|
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli, (gotong
royong, kerjasama, toleran,
damai),
santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
|
|
Kompetensi Inti 3
|
:
|
Memahami, menerapkan dan menganalisis dan
mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan meta kognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
|
|
Kompetensi Inti 4
|
:
|
Mengolah,
menalar, menyaji dan mencipta dalam
ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif , dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.
|
B. Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.1.
Menunjukkan sikap penghayatan dan pengamalan serta bangga terhadap karya seni
rupa sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1. Menunjukkan sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran,
dan disiplin melalui aktivitas berkesenian
2.2. Menunjukkan sikap santun, jujur,
cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
2.3. Menunjukkan sikap responsif dan pro-aktif, peduli
terhadap lingkungan
dan sesama,menghargai karya seni
dan
pembuatnya
3.1
Mengevaluasi bahan, media dan
teknik yang digunakan dalam berkarya seni rupa.
3.2
Mengkreasi karya seni rupa berdasarkan
jenis, simbol
dan fungsi dalam beragam media dan teknik.
4.1 Berkreasi karya seni rupa dua
dimensi
C. Indikator
a.
Menjelaskan
tentang bahan dan media berkarya seni rupa dua dimensi
b.
Menjelaskan
teknik dalam berya seni rupa dua dimensi
c.
Menjelaskan
karya seni rupa berdasarkan jenis, symbol, fungsi, teknik dan estetisnya
d.
menjelaskan
langkah-langkah membuat karya seni rupa
dimensi
e.
Menyampaikan
hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
f.
Mempertanggung jawabkan secara lisan atau tulisan
mengenai karya seni rupa tiga
dimensi
4.2. Membuat karya seni
rupa dua dimensi
hasil modifikasi.
Indikator
a.
Bereksperimen
dengan beragam media dan teknik dalam membuat
karya seni rupa dua dimensi.
b.
Membuat
karya seni rupa dua dimensi.
D. Tujuan Pembelajaran :
Melalui
proses melihat, mengamati, menanyakan dan berdiskusi siswa dapat:
·
Menjelaskan
macam karya seni rupa dua dimensi.
·
Menjelaskan
konsep seni rupa dua dimensi yang sedang
berkembang
·
Menjelaskan
teknik pembuatan karya seni rupa dua
dimensi.
·
Menjelaskan
langkah-langkah membuat karya seni rupa dua dimensi
·
Menunjukkan
sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas
berkesenian
Melalui
proses mengumpulkan informasi, bereksperimen, membandingkan karya dan
menghubungkan data siswa dapat:
·
Menjelaskan
macam karya seni rupa dua dimensi..
·
Menyampaikan
hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
·
Menunjukkan
sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
Melalui
proses pembuatan karya seni rupa dan laporan pertanggungjawaban karya siswa
dapat:
·
Mempertanggung
jawabkan secara lisan atau tulisan mengenai
karya seni rupa dia dimensi
·
Bereksperimen
dengan beragam media dan teknik dalam membuat
karya seni rupa dua dimensi.
·
Membuat
karya seni rupa dua dimensi.
E. Materi Pembelajaran
a.
Jenis
karya seni rupa tiga dimensi
1. Pengertian
karya seni dua dimensi
Karya
seni rupa dua dimensi adalah karya seni
yang berukuran P X L dan karyanya hanya
dapat dilihat dari satu arah yaitu dari depan
2. Jenis-jenis
karya seni rupa dua dimensi dimensi
a)
Karya
seni murni 2 dimensi
-
Lukisan
-
sketsa
-
Hiasan
dinding
b)
Karya
seni terapan 2 dimensi
-
Motif/
ragam hias
-
Batik
-
Cetak
grafis
a.
Karya murni dua dimensi
Seni
rupa murni merupakan seni rupa yang tidak memperhatikan unsur praktistetapi hanya memperhatikan unsur
keindahan .
Cabang-cabang
seni rupa murni, diantarnya sebagai berikut:
1.
Seni lukis
Seni
lukis merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud dua dimensi.
Lukisan dapat di buat sesuai bahan media, dan alat
ada dua jenis bahan
untuk melukis yaitu:
tempat
untuk melukis, bahan cat atau pewarna, alat melukis
1. Tempat melukis ada beberapa macam yang paling umum adalah
kertas dan kain kanfas.kertas memiliki daya serap agak tinggi di banding kanfas.
kertas cocok digunakan dengan bahan pewarna cat air, pensil dan pastel, selain
itu kertas memiliki permukaan lebih halus dan tidak memiliki pori pori, perlu
dibutuhkab perhatian ekstra untuk menggunakan bahan kertas karena pada umumnya
bahan kertas dengan pewarna cat air dan sejenisnya sering menggunakan teknik
yang tidak terlalu kental dan cendrung transparan agar memunculkan warna yang
cerah. kanfas memiliki pori yang ditutup dengan cat dasar putih..., kanfas
sangat cocok digunakan untuk cat minyak karena. cat minyak membutuhkan
ketebalan dalam pewarnaan dan kadang kadang menggunakan metode palet yang
membutuhkan kekuatan kontruksi pada bidang melukisnya.
2. Cat atau pewarna banyak sekali jenisnya namun bisa dibedakan
berdasarkan bentuknya: keras dan cair. untuk yang keras bisa berupa pensil,
pastel, konte. untuk yag cair bisa dibedakan berdasar pelarutnya air dan
minyak. cat minyak tak bisa digunakan dengan cat air atau sebaliknya kecuali
untuk keperluan khusus. pensil mungkin sudah kita gunakan sejak kecil dari
pensil 2b pensil warna dll namun masih ada pula yang salah cara menggunakan
alat ini terutama bagaimana membuat arsiran atau gari. pada prinspnya
adalah cara memegang. mengarsir dengan cara menggenggam sementara menbuat garis
dengan carai memegang layaknya kita melukiis. pastel berbahan dasar minyak..,
bahan ini membutuhkan ketebalan tertentu untuk mendapatkan kecerahan, carcoal
lebih cenderung menggunakan sapuan kuas.
3.
Alat lukis, mengenal alat lukis sangat penting terutama
bagaimana cara kita menggunakannya.., banyak alat sebenarnya dalam melukis
bahkan sesuatu hal yang mungkin tak terbayangkan bisa menjadi alatnya., jangan
pernah membatasi alat lukis anda dengan apa apa yang pernah kita lihat misal
kuas atau pisau palet.
·
Lukisan dengan bahan cat minyak
Karya
seni lukis umumnya dibuat diatas kain kanvas dengan menggunakan cat minyak,
misalnya pemandangan alam, manusia, dan binatang dan karya-karya abstrak
Cat
ini berbasis minyak, atau menggunakan pengencer minyak, cat ini adalah yang
paling populer digunakan para pelukis untuk melukis, dengan media canvas,
kelebihan cat minyak diantaranya: warna yang tajam dan tahan lama (sangat
tergantung dengan jenis merk cat minyak), mudah dalam penggunaan dan tehniknya,
bisa dengan mudah di explore dalam berbagai tehnik gaya lukis, bisa tehnik
transparant, opaque, maupun bertekstur, dan bisa pula di combine dengan
material lain, guna menghasilkan tehnik unik.
Cat minyak juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya perlu proses pengeringan yang lama, sehingga terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses melukis, kekurangan lainya adalah kurang ramah lingkungan, dan berbau tajam.
Cat minyak juga memiliki beberapa kekurangan, diantaranya perlu proses pengeringan yang lama, sehingga terkadang membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses melukis, kekurangan lainya adalah kurang ramah lingkungan, dan berbau tajam.
.
Gambar.1 karya seni lukis dengan
bahan cat minyak
Gambar.2 karya seni lukis dengan
bahan cat minyak
Teknik
melukis dapat beragam. Secara konvensional dengan menyapukan bahan pewarna
menggunakan alat berupa kuas, namun ada pula teknik melukis yang memanfaatkan
plototan cat dari tubenya, atau
bahkan den gan sapuan jari-jari tangan
senimannya.
Gambar.3 cat minyak dan kanfas
Gambar.4.. kuas eternal dan pagoda untuk bahan cat
minyak
·
Lukisan dari bahan cat air
Adalah
cat untuk melukis khusus diatas kertas yang menggunakan banyak air sebagai
pengencernya, dan tehnik yang digunakan juga spesifik, yaitu tehnik
transparant, media yang digunakan adalah kertas, kelebihan cat air diantaranya
memiliki efek unik dari cat air yang khas, ramah lingkungan, dan kekuranganya
adalah memerlukan kehati-hatian dan perawatan khusus, karena sifat kertas yang
mudah rusak atau robek.
Lukisan
menggunakan cat air yaitu sapuan cat
yang campurannya berupa air dan wadahnya diatas kertas gambar, hasil yang
dihasilkan dari bahan ini adalah karya lukis dengan teknik transparan yaitu penggoresan warna yang mana permukaan
kertas masih kelihatan.
Gambar
5. Seni lukis dari bahan cat air
·
Lukisan dari bahan cat poster
Karya
seni lukis dari bahan ini menampilkan sapuan cat diatas kertas dengan teknik
plakat yaitu suatu tekni yang sapuan catnya menutupi permukaan kertas
Gambar
6. Cat Poster
Gambar
7. Lukisan cat poster
·
Cat
akrilik
Gambar 8. Macam-macam cat akrilik
Gambar
9. cat akrilik
Sekilas tentang akrilik
Penemu resin akrilik (acrylic)
adalah seorang ahli kimia Jerman bernama Dr Otto Rohm. Setelah beberapa waktu,
penemuan ini lantas diadopsi oleh Bocour Artists Colors, Inc. Perusahaan ini
lantas meluncurkan berbagai cat akrilik dengan pelarut terpentin yang dapat
digunakan sebagai media lukisan cat minyak. Seiring perkembangan, saat ini
terdapat cat akrilik yang dapat dicampur dengan minyak serta dengan air.
Apa itu Cat Akrilik?
Cat akrilik terbuat dari plastik berbasis polietilen yang
akan mengeras ketika kering. Berbagai macam pigmen kemudian ditambahkan ke
dalam emulsi polimer akrilik untuk mendapatkan berbagai warna cat yang berbeda.
Singkatnya, cat akrilik sebenarnya adalah cat plastik yang tersedia dalam
bentuk pasta dan dikemas dalam semacam tube. Berbagai aditif umum ditambahkan
ke cat akrilik sehingga diperoleh berbagai jenis cat dengan sifat berbeda. Sebagian
aditif membuat cat lebih tebal, tipis, atau kering lebih lambat. Hal ini sangat
berguna karena cat akrilik cenderung kering dengan cepat.
Cat ini berbasis air, atau menggunakan pengencer air, cat ini
juga termasuk yang populer digunakan dalam melukis, umumnya media yang
digunakan adalah canvas, namun juga bisa dengan media kertas, tehnik melukis
yang gunakan hampir sama dengan tehnik cat minyak, namun kurang baik untuk
melukis dengan tehnik transparant. Adapun kelebihan cat acrilyc ini adalah
lebih ramah lingkungan, bau tidak terlalu menyengat, lebih cepat kering,
sehingga proses berkarya lebih cepat selesai. Adapun kekurangan dari cat
acrilyc antara lain, karena sifatnya yang cepat kering, sehingga menyulitkan
bagi pelukis, terutama yang belum terbiasa menggunakan cat acrilyc, sehingga
mengalami kesulitan untuk digunakan dalam gaya lukisan realist ataupun
naturalist.
Jika dibandingkan dengan cat minyak untuk melukis gaya realist halus, cat acrylic tidak bisa sehalus cat minyak, warna juga lebih rentan pudar jika terkena sinar matahari langsung secara terus menerus.
Jika dibandingkan dengan cat minyak untuk melukis gaya realist halus, cat acrylic tidak bisa sehalus cat minyak, warna juga lebih rentan pudar jika terkena sinar matahari langsung secara terus menerus.
Gambar.10. karya seni lukis
dengan bahan cat akrilik
10 Tips Melukis Menggunakan Cat Akrilik untuk Pemula
Lukisan Cat Akrilik
Akrilik adalah cat serba guna yang cepat kering, dan dapat
digunakan langsung dari kalengnya (seperti cat minyak) atau dicairkan terlebih
dahulu dengan air atau medium lain (seperti cat air). Berikut beberapa tips
yang dapat membantu Anda dalam melukis menggunakan cat Akrilik:
Tip 1: Mempertahankan Cat Akrilik agar
Dapat Terus Digunakan
Karena cat Akrilik sangat cepat kering, ambil sedikit mungkin cat dari kalengnya. Jika anda menggunakan palet plastic normal, semprotkanlah air untuk mempertahankan kelembaban cat akrilik pada palet. Jika anda menggunakan palet khusus (yang mampu mempertahankan kelembaban cat) – yang mana cat diletakkan pada selembar kertas lilin– anda tidak lagi membutuhkan penyemprot air, hanya saja karena anda harus mempertahankan posisi kertas lilin, anda akan kesulitan dalam memegang palet jenis ini.
Karena cat Akrilik sangat cepat kering, ambil sedikit mungkin cat dari kalengnya. Jika anda menggunakan palet plastic normal, semprotkanlah air untuk mempertahankan kelembaban cat akrilik pada palet. Jika anda menggunakan palet khusus (yang mampu mempertahankan kelembaban cat) – yang mana cat diletakkan pada selembar kertas lilin– anda tidak lagi membutuhkan penyemprot air, hanya saja karena anda harus mempertahankan posisi kertas lilin, anda akan kesulitan dalam memegang palet jenis ini.
Tip 2: Keringkan Kuas Anda
Letakkan selembar lap kertas atau kain di dekat tempat air anda dan biasakan oleskan kuas anda ke lap tadi setelah anda mengangkatnya dari cat. Hal ini dilakukan untuk mencegah cat menetes ke pegangan kuas yang akhirnya ke lukisan anda.
Letakkan selembar lap kertas atau kain di dekat tempat air anda dan biasakan oleskan kuas anda ke lap tadi setelah anda mengangkatnya dari cat. Hal ini dilakukan untuk mencegah cat menetes ke pegangan kuas yang akhirnya ke lukisan anda.
Tip 3: Tak Tembus Cahaya atau Transparan
Jika digunakan secara tebal – entah dipakai langsung dari kalengnya atau dengan sedikit penambahan air – atau jika mencampur cat dengan sedikir cat warna putih, semua warna cat akrilik akan menjadi tak tembus cahaya (opaque). Jika dicairkan, cat akrilik bisa digunakan seperti cat air atau digunakan untuk airbrush.
Jika digunakan secara tebal – entah dipakai langsung dari kalengnya atau dengan sedikit penambahan air – atau jika mencampur cat dengan sedikir cat warna putih, semua warna cat akrilik akan menjadi tak tembus cahaya (opaque). Jika dicairkan, cat akrilik bisa digunakan seperti cat air atau digunakan untuk airbrush.
Tip 4: Akrilik Vs Cat Air
Ketika cat akrilik kering, ini bersifat permanen dan tidak seperti cat air, cat ini bersifat tak larut dan lukisan dapat ditimpa tanpa kuatir akan merusak lukisan di bawahnya. Lukisan cat air dapat diangkat atau dihapus menggunakan air dan kain.
Ketika cat akrilik kering, ini bersifat permanen dan tidak seperti cat air, cat ini bersifat tak larut dan lukisan dapat ditimpa tanpa kuatir akan merusak lukisan di bawahnya. Lukisan cat air dapat diangkat atau dihapus menggunakan air dan kain.
Tip 5: Buat Sapuan Tipis Jika Ingin
Mendapatkan Lapisan Transparan
Jika anda menginginkan lapisan transparan, anda harus menyapu dengan hati-hati. Lapisan transparan hanya dapat dibuat jika anda dapat mempuat sapuan yang menghasilkan lapisan tipis pada lukisan. Lapisan tebal akan menghasilkan permukaan yang mengkilat.
Jika anda menginginkan lapisan transparan, anda harus menyapu dengan hati-hati. Lapisan transparan hanya dapat dibuat jika anda dapat mempuat sapuan yang menghasilkan lapisan tipis pada lukisan. Lapisan tebal akan menghasilkan permukaan yang mengkilat.
Tip 6: Tingkatkan Aliran tanpa Kehilangan
Warna
Untuk Meningkatkan aliran warna tanpa kehilangan kekuatan warna yang berarti, gunakanlah medium (pencair) yang bersifat meningkatkan aliran warna (flow improver medium).
Untuk Meningkatkan aliran warna tanpa kehilangan kekuatan warna yang berarti, gunakanlah medium (pencair) yang bersifat meningkatkan aliran warna (flow improver medium).
Tip 7: Mencampurkan Warna Cat Akrilik
Karena cat akrilik sangat cepat mengering, anda harus bekerja cepat jika ingin mencampurkan warnanya. Jika anda bekerja dengan kertas, membasahi kertas akan menambah waktu kerja anda (memperlambat pengeringan cat).
Karena cat akrilik sangat cepat mengering, anda harus bekerja cepat jika ingin mencampurkan warnanya. Jika anda bekerja dengan kertas, membasahi kertas akan menambah waktu kerja anda (memperlambat pengeringan cat).
Tip 8: Sudut Lukisan yang Tajam
Menempelkan selotip/plester di tepi-tepi lukisan dan melepasnya dari cat akrilik kering dapat dilakukan tanpa merusak lapisan yang ada. Hal ini akan mempermudah lukisan dengan sudut yang tajam atau keras. Pastikan plester menempel dengan kuat dan jangan menggunakan cat terlalu tebal pada ujung lukisan. Jika tidak, anda tidak akan memperoleh ujung yang tajam dan bersih ketika anda mengangkat plester
Menempelkan selotip/plester di tepi-tepi lukisan dan melepasnya dari cat akrilik kering dapat dilakukan tanpa merusak lapisan yang ada. Hal ini akan mempermudah lukisan dengan sudut yang tajam atau keras. Pastikan plester menempel dengan kuat dan jangan menggunakan cat terlalu tebal pada ujung lukisan. Jika tidak, anda tidak akan memperoleh ujung yang tajam dan bersih ketika anda mengangkat plester
Tip 9: Membersihkan Cairan Pelapis
Cairan pelapis dapat digunakan dengan cat akrilik, seperti halnya cat air. Begitu cairan pelapus kering pada kuas, ini hampir tidak mungkin untuk dibersihkan. Rendam kuas ke dalam cairan pengencer/pembersih akan membuat cairan pelapis dihilangkan dari kuas.
Cairan pelapis dapat digunakan dengan cat akrilik, seperti halnya cat air. Begitu cairan pelapus kering pada kuas, ini hampir tidak mungkin untuk dibersihkan. Rendam kuas ke dalam cairan pengencer/pembersih akan membuat cairan pelapis dihilangkan dari kuas.
Tip 10: Menggunakan Cat Akrilik sebagai Lem
untuk Kolase
Jika barang yang dipakai tidak terlalu berat, cat akrilik dapat digunakan sebagai lem dalam kolase dengan cara memakai cat ini secara tebal. (Kolase adalah seni artistik yang dibuat dari berbagai bahan yang ditempelkan pada permukaan lukisan).
Jika barang yang dipakai tidak terlalu berat, cat akrilik dapat digunakan sebagai lem dalam kolase dengan cara memakai cat ini secara tebal. (Kolase adalah seni artistik yang dibuat dari berbagai bahan yang ditempelkan pada permukaan lukisan).
·
Lukisan pensil warna
Mungkin
kalian sering melihat pameran gambar di musem - museum, gambar - gambar yang
biasanya lukisan yang menggunakan cat minyak ataupun cat air. Tapi ada seorang
seniman yang menggambar dengan hanya meggunakan pensil warna atau yang biasa
kita sebut kelir.
Gambar
11. Pensil warna
Menggambar dengan pensil warna ini membutuhkan kemampuan
yang lebih tinggi dari biasanya. Seniman harus dibekali darah seni , ketekunan,
keuletan, dan yang pastinya kesabaran extra.
Gambar.12. eknik arsiran pensil
warna
Berikut
Gambar Dari Pensil yang Menakjubkan
:
1. Iron Man
Gambar
13.. Iron Man hasil lukisan bahan Pensil warna
Sangat menakjubkan karya dari
seniman yang tidak disebutkan namanya ini. Tokoh Marvel Iron Man ini dibuat
dengan hanya menggunakan pensil warna dan tidak menggunakan air dan cat sama
sekali. Tony Stark dan warna merah dari pakaianya pun sangat hidup seperti
asli.
2. David Beckham
Gambar
14 . David Beckham hasil lukisan
bahan Pensil warna
Siapa yang tidak mengenal salah satu
pemain bola terbaik di dunia ini. David Beckham dengan tampilan yang modis ini
ternyata hanyalah gambar dari pensil warna. Teknik penggambaran ini adalah
dengan cara menggabungkan foto dengan gambar seperti perbandingan, sangat
menakjubkan.
4. Sherlock Holmes
Gambar
15. . Sherlock Holmes hasil lukisan bahan Pensil warna
Berikut adalah tokoh bernama
Sherlock Holmes yang biasa menjadi detektif profesional. Dalam gambar ini kita
dapat melihat kejernihan wajah dan warna yang sangat pas. Gambar ini seperti
foto efek yang di edit memang tapi gambar ini hanya dari pensil warna saja.
5. Captain Amerika
Gambar 16.. Captain Amerika
hasil lukisan bahan Pensil warna
Gambar yang dibuat oleh seniman
biasanya adalah tokoh terkenal ataupun super heroes. Seperti lukisan pensil di
atas adalah Captain Amerika dengan warna khas birunya yang elegan.
6. Justin Bieber
Gambar 17.. Justin Bieber
hasil lukisan bahan Pensil warna
Yang terakhir adalah artis muda yang
akhir - akhir ini sangat populer yaitu Justin Bieber. Dalam gambar pensil ini
Justin Bieber seperti sedang babak belur dan mengelapnya dengan daging. Mata
rambut, hidung, dan bibirnya seolah adalah gambar yang diambil dari foto.
·
Lukisan crayon
Teknik
Menggambar...
1. Awali dulu dengan menemukan
konsep yang tepat dan gambaran kasar hasil akhir dari gambar yang akan kita
buat.
2. Mulailah menggambar dengan dengan
titik berat penyelesaian gambar utamanya, sedangkan ornamen tambahan bisa kita
tambahkan setelahnya
3. Gunakan pensil HB atau 2B untuk menggambar
sketsa, dengan memulai goresan pensil dari bidang bawah kanvas atau media
gambar
4. Upayakan agar ketika membuat goresan gambar,
kita tidak menekan pensil terlalu keras. Hal ini dilakukan agar
goresan-goresan pensil kita yang salah tatkala di hapus dan diperbaiki tidak
meninggalkan jejak lekukan pada media gambar kita.Hal ini akan sangat
berpengaruh pada rata tidaknya sapuan pewarna (crayon) kita, karena bagian
lekukan tersebut tidak akan tersapu crayon sehingga meninggalkan jejak putih
pada hasil akhir gambar kita, yang tentunya akan sangat berpengaruh terhadap
kualitas gambar.
5. Sketsa yang sudah jadi dapat ditebalkan dengan
menggunakan pensil warna hitam, spidol snowman kecil atau boardmarker. Upayakan
ujung spidol boardmarker tidak terlalu tebal, jika kita menggunakan spidol
boardmarker.
6. Sketsa yang sudah selesai sudah
dapat diwarnai dengan crayon.
·
Teknik
Mewarnai
Secara
tujuan, mewarnai sketsa yang sudah kita buat sebetulnya hampir sama dengan
mewarnai sebuah gambar dengan teknik mengambar pensil
Awali mewarnai dari bidang bagian atas sebelah kiri dari media gambar kita
Awali mewarnai dari bidang bagian atas sebelah kiri dari media gambar kita
1.
Pastikan ujung crayon yang akan kita
pergunakan bersih. Jika kotor bisa kita bersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan
kertas tissue.
2.
Siapkan
peralatan lain seperti Kuas, Kertas Tissue, Scrabber, Spidol.
-
Langkah
1 : Blocking
Yaitu tahap memblok bidang gambar dengan warna tertentu, biasanya diawali dengan memblok dengan warna-warna muda. Pemilihan warna sangat tergantung dari bagian gambar yang akan kita warnai. misal bagian yang akan kita warnai adalah langit, maka warna muda yang kita pilih boleh biru muda, kuning muda atau putih.
Yaitu tahap memblok bidang gambar dengan warna tertentu, biasanya diawali dengan memblok dengan warna-warna muda. Pemilihan warna sangat tergantung dari bagian gambar yang akan kita warnai. misal bagian yang akan kita warnai adalah langit, maka warna muda yang kita pilih boleh biru muda, kuning muda atau putih.
-
Langkah
2 : Gradasi
Yaitu sebuah tahap mewarnai diatas media yang sudah terblock warna muda, dengan warna-warna lain yang seirama dan secara bertingkat sehingga menjadi sebuah gradasi warna yang indah. Disinilah sebenarnya titik berat pewarnaan kita dan akan menentukan hasil akhir gambar yang kita buat.
Yaitu sebuah tahap mewarnai diatas media yang sudah terblock warna muda, dengan warna-warna lain yang seirama dan secara bertingkat sehingga menjadi sebuah gradasi warna yang indah. Disinilah sebenarnya titik berat pewarnaan kita dan akan menentukan hasil akhir gambar yang kita buat.
-
Langkah
3 : Mixing
Yaitu sebuah tahap pencampuran gradasi yang sudah kita buat tadi dengan warna-warna yang sudah digoreskan sebelumnnya. ada 2 cara yang sering dilakukan dalam proses mixing ini yaitu teknik goresan linier dan circular. Dalam penggunaanya akan menghasilkan gradasi yang berbeda. Tentunya ditempatkan pada gambar yang berbeda pula, sehingga satu bagian gambar dengan bagian gambar yang lain teknik mixing nya belum tentu sama. Contoh : pada proses mixing warna bagian gambar langit lebih cocok dengan teknik linier daripada circular.
Yaitu sebuah tahap pencampuran gradasi yang sudah kita buat tadi dengan warna-warna yang sudah digoreskan sebelumnnya. ada 2 cara yang sering dilakukan dalam proses mixing ini yaitu teknik goresan linier dan circular. Dalam penggunaanya akan menghasilkan gradasi yang berbeda. Tentunya ditempatkan pada gambar yang berbeda pula, sehingga satu bagian gambar dengan bagian gambar yang lain teknik mixing nya belum tentu sama. Contoh : pada proses mixing warna bagian gambar langit lebih cocok dengan teknik linier daripada circular.
-
Langkah
4 : Finishing
Yaitu tahap penghalusan warna pada bagian- bagian yang masih belum sempurna, dan penambahan aksen-aksen seperti siluet, shadow dan lain-lain
Yaitu tahap penghalusan warna pada bagian- bagian yang masih belum sempurna, dan penambahan aksen-aksen seperti siluet, shadow dan lain-lain
-
Langkah
5 : Scrabbing (Sgraffito)
Tahap ini hanya merupakan tahap tambahan yang tidak mesti dilakukan, karena pada tahap ke-4 sebenarnya gambar kita sudah bisa dikatakan selesai. Scrabbing hanya sebuah tahap mengerok/mengerik bagian gambar tertentu dengan menggunakan scrabber (biasanya pada crayon merk tertetu disertakan) atau bisa kita buat sendiri.
Tahap ini hanya merupakan tahap tambahan yang tidak mesti dilakukan, karena pada tahap ke-4 sebenarnya gambar kita sudah bisa dikatakan selesai. Scrabbing hanya sebuah tahap mengerok/mengerik bagian gambar tertentu dengan menggunakan scrabber (biasanya pada crayon merk tertetu disertakan) atau bisa kita buat sendiri.
Banyak
yg mengalami kesulitan ketika menggunakan crayon, terutama dalam hal
kebersihan…ketika kita mewarnai sebuah bidang dengan crayon, lalu tanpa sengaja
mengenai tangan, maka warna menjadi kusam / kotor…maka biasanya kita
menggunakan tissue/sarung tangan untuk menutupi tangan kita ketika sedang
mewarnai dengan crayon.
Crayon ada 2 (
jenis) yaitu Oil pastel dan Wax :
1. Crayon Oil Pastel merupakan krayon yang
terbuat dari campuran minyak dan bubuk pewarna, sedangkan
2. Crayon Wax merupakan krayon yang
terbuat dari campuran lilin dan bubuk pewarna. Kedua jenis krayon ini mempunyai
kelebihan dan kekurangan.
Oil pastel
sifatnya tidak terlalu keras dan tidak terlalu licin, sedangkan Wax mempunyai
karakter keras dan licin.
Bila kita
menengok kembali sejarah krayon, dahulu sebelum krayon diciptakan seniman lebih
memilih menggunakan cat minyak dan akrilik sebagai cat untuk melukis.. namun
mereka merasa kesulitan ketika mensosialisasikan kepada anak-anak.. karena
bahan yang digunakan adalah bahan yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak ramah
pada lingkungan.
Ketika mewarnai
dengan crayon, ada beberapa peralatan yg menemaninya yaitu :
A. Pensil
EE
Pensil ini
berfungsi untuk mempertegas garis bagian terluar dari (kontur) gamabar. Pensil
ini digunakan pada bagian terakhir proses, yaitu setelah pewarnaan crayon
selesai.
B. Remover
Remover Crayon
berfungsi untuk menghapus warna crayon atau gambar yang di anggap tidak perlu.
Sehingga gambar tampak bersih.
C. Sapu
Kecil / Kuas
Sapu Kecil / Kuas
berfungsi sebagai alat untuk membersihkan ampas crayon yang berada di atas
kertas gambar.
D. Tisu
Tisu berfungsu
sebagai pembersih ampas crayon yang menempel diujung krayon. Jenis tisu yang
digunakan adalah tisu kering yang biasa dijual di toko – toko.
E. Kerok
Alat ini
digunakan dalam membuat teknik khusus dengan cara dikerokkan pada crayon yang
sudah diwarnakan diatas kertas. Alat ini bisa terbuat dari apa saja asal dari
bahan atau benda yang ujungnya pipih dan agak keras. Seperti sendok es krim,
uang logam, sisir atau yang lainnya. Biasanya jika kita membeli crayon dengan
isi banyak di dalamnya sudah tersedia alat pengerok.
F. Penyambung
Alat ini
berfungsi sebagai penyambung crayon yang patah atau yang sudah pendek sehingga
bisa digunakan kembali. Biasanya alat ini sudah ada dalam paket crayon
yang kita beli.
G. Peraut
Alat ini
berfungsi untuk meraut krayon sehingga untuk bidang-bidang yang kecil bisa
terjangkau untuk diwarnai. Alat peraut ini ada dua jenis yaitu
- Peraut yang
lubangnya berdiameter kecil, digunakan untuk meraut crayon yang mempunyai
diameter kecil
- Peraut
yang lubangnya berdiameter besar, digunakan untuk meraut crayon yang mempunyai
diameter besar.
H. Alat
Finishing / Clear
Alat ini
berfungsi untuk melapisi gambar agar tampak bersih. kotoran-kotoran dari luar
yang menempel tidak bergabung dengan crayon sehingga bisa dibersihkan. Alat ini
digunakan setelah proses menggambar sudah selesai dan gambar siap di
pajang.
TEKNIK MEMEGANG CRAYON
Teknik ini
dilakukan dengan cara meletakkan crayon dibawah jari dengan ujung jari menjepit
dan menekan pada kertas. Teknik ini biasanya jarang di pakai oleh anak karena
anak-anak sudah terbiasa memegang alat tulis sehingga memegang crayon pun
seperti memegang alat tulis.
TEKNIK ARSIRAN DENGAN CRAYON
1. Teknik
Putar
Teknik ini
dilakukan dengan cara memutar-mutarkan crayon secara berulang-ulang pada kertas
sehingga kertas terwarnai oleh crayon.
Kelebihan :
Hasil lebih rata (maximal)
Kekurangan :
Proses pengerjaan lebih lama.
Aplikasi
pewarnaan pada bentuk gambar cenderung sama prosesnya.
Misalnya :
Aplikasi
pewarnaan gradasi dengan cara mewarnakan warna yang lebih tua di dahulukan baru
di tindih/campur dengan warna yang lebih muda
2. Teknik
Menggores
Teknik ini
dilakukan dengan cara mengoreskan (garis lurus) secara berulang-ulang sehingga
kertas terwarna oleh crayon.
Kelebihan :
Hasil kurang rata (tidak maksimal)
Kekurangan :
Proses pengerjaan lebih cepat.
Aplikasi pewarnaan
pada bentuk gambar sebaiknya menyesuaikan bentuk bidang. Misalnya :
Aplikasi
pewarnaan gradasi dengan cara mewarnakan warna yang lebih tua di dahulukan baru
di tindih/campur dengan warna yang lebih muda
Berikut adalah beberapa contoh hasil dari mewarnai menggunakan crayon :
Berikut adalah beberapa contoh hasil dari mewarnai menggunakan crayon :
·
Lukisan
pensil konte
Gambar 18 Potret wajah hasil polesan konte karya Somba Abdul Lubis ”
Dalam salah satu buku diuraikan juga beberapa tehnik melukis
hasil ekperimen “Somba”, yang salah satunya adalah tehnik melukis foto
pada media kertas dengan menggunakan serbuk konte ( serbuk karbon pekat ). Yang menggunakan serbuk batu batrei yang telah
di hancurkan, wadahnya menggunakan kertas.
·
Lukisan bahan spidol
Teknik dasar menggunakan spidol:
1. Warna terang harus dipergunakan
terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang lebih baik
2. Tinta putih tidak perlu digunakan
warnadasar putih dari kertas dapat digunakan sebagai putih dalam lukisan
3. Pencapuran warna di lakukan
dengan cara menumpukkan satu warna di atas warna lainnya
Kertas
yang paling baik digunakan untuk spidol harus mempunyai cirri-ciri sebagai
berikut:
Gambar.19.
spidol
Gambar.20.
karya seni dari bahan spidol
·
Sketsa
pensil
Sketsa pensil dihasilkan dari
beberapa teknik :
·
.
Arsir
Arsir adalah pengulangan garis
dengan tujuan mengisi bidang gambar yang kosong. Arsir memiliki fungsi sebagai
berikut.
• Memberikan karakter objek
gambar.
• Memberikan kesan bentuk dan
volume benda.
• Memberikan kesan jarak dan
kedalaman pada benda.
• Mengisi bidang kosong.
• Hasil akhir gambar (finishing
touch).
·
Teknik
Dusel (Dusseler)
Teknik ini dapat dilakukan dengan
cara menggoreskan pensil lunak (biasanya 4B ke atas) pada bagian yang
dikehendaki. Kemudian goresan tersebut digosok menggunakan angan langsung atau
bantuan media lain seperti kertas tissue, kapas, kain, dan kuas.
Karakter teknik ini tipis dan meratasehingga kadang hasilnya seperti diarsir.
Teknik dusel biasanya digunakan dalam mengarsir
benda yang terbuat dari logam, plastik, atau sering juga dipakai untuk menggambar wajah. Selain pensil,
kamu juga bisa menggunakan serbuk warna.
Berikut adalah cara melakukan teknik dusel.
·
Buatlah
sketsa dengan pensil, kemudian arsirlah sketsa dengan pensil.
·
Gosoklah
bagian-bagian yang telah diarsir.
·
Hapuslah
bagian yang terang (terkena cahaya) dengan bantuan
Penghapus
·
Jadilah
gambar bentuk dengan teknik dusel (gosok).
Teknik Pointilis
Teknik pointilis merupakan cara
menggambar yang dilakukan dengan cara memberi titik-titik dengan pensil atau
pena pada bagian benda dengan intensitas tertentu. Teknik ini disebut juga
dengan teknik raster
LANGKAH
DALAM MENGAMBAR
- Buatlah beberapa sketsa kasar untuk mengatur komposisi gambar.
- Gambarlah secara keseluruhan, hindarkan untuk ingin menggambar secara detail.
- Pertimbangkan obyek-obyek gambar yang mau kamu masukkan dan keluarkan ke dalam sketsa.
- Bila berkonsentrasi dan menikmati pemandangan di sekiatr, akan ditemukan berbagai jenis pohon, bukit, gunung, sungai, perumahan, sawah, dan lain-lain.
- Semuanya bisa menjadi obyek gambar yang menarik
- Langit dan awan merupakan satu bagian dari pemandangan, karena itu tetap perhatikan cuaca, pergerakan dan bentuk awan.
- Setlah keindahan alam dapat dinikmati dalam alam bawah sadar, maka jangan ragu untuk segera mencorret coret sktesanya dalam gambar di kertas
- Jangan berhenti bekerja sebelum semua yang dinikmati dalam alam di sekiatr kita dapat tertuang sepenuhnya dalam coretan sketsa di kertas.
- Selanjutnya siapkan alat pendukung gambar lainnya seperti cat warna, spidol, cryon dan sebagaimnya.
PERSIAPAN
- Setiap ada kesempatan untuk berlibur ke luar kota, jangan lupa persiapkan buku sketsa dan peralatan gambar.
- Banyak obyek pemandangan alam yang indah dan menarik, sayang jika kesempatan ini sampai terlewatkan.
- Tempat-tempat yang di kunjungi ke dalam bisa di simpan dalam sketsa gambar
- Kamu bisa memulai dengan mencari obyek pemandangan yang terbuka.
Gambar.21 karya sketsa pensil
Gambar.22 pensil dan macam arsiran
2. Ukiran
Alam Nusantara dengan hutan
tropisnya yang kaya menjadi penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai bahan
dasar seni ukir kayu. Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh
pola pada permukaan benda yang diukir.
Gambar 24. Karya
seni ukir
Gambar
25.. Karya seni ukir
Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal
sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu
seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-
benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis,
swastika, zig zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan
juga mengandung makna simbolis dan religius.
Dilihat dari jenisnya, ada beberapa
jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran
tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi
antara lain:
} Fungsi hias, yaitu ukiran yang
dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
} Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung
simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan
kepercayaan dan spiritual.
} Fungsi simbolik, yaitu ukiran
tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu
yang berhubungan dengan spiritual.
} Fungsi konstruksi, yaitu ukiran
yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
} Fungsi ekonomis, yaitu ukiran
yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.
b. Karya
seni terapan 2 dimensi
1.
Motif/ ragam hias
2.
Batik
Batik adalah salah satu hasil
kerajinan Indonesia yang di akui dunia, karena di Indonesia terdapat berbagai
macam batik motif dan coraknya
tergantung darah pengrajinnya, setiap daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
Kain batik dibuat dengan cara melukis dengan menggunakan canting dan kuas diatas kain dengan bahan lilin yang
dipanaskan. Hasil proses membatik tersebut dinamakan batik tulis.
Gambar.
26 Proses membatik dengan menggunakan canting.
Sumber: yfred.files.wordpress.com
(7-08-2014)
Daerah-daerah penghasil batik di Nusantara, antara
lain sebagai berikut.
a. Jawa Tengah dan Yogyakarta
Jawa Tengah merupakan daerah
penghasil kain batik terbesar di Nusantara. Batik Jawa Tengah memiliki corak
yang khas dan sarat dengan filosofi. Daerah penghasil batik di Jawa
Tengah yang paling menonjol adalah Pekalongan, Solo,
dan Semarang. Pusat penghasil kain batik terkenal lainnya adalah Yogyakarta di
antaranya sebagai berikut.
b. Batik Yogyakarta dan Solo
(Surakarta)
Sejarah batik Yogyakarta adalah pengembangan dari
batik Solo. Hubungan dari kedua daerah tersebut sangat erat. Batik Yogyakarta
dan Solo sarat filosofi dan lebih banyak didominasi warna cokelat dan biru tua.
Ada sekitar 4.000 motif batik Yogyakarta, yang cukup terkenal,di antaranya
adalah motif parang, babon angrem, dan wahyu tumurun. Motif batik Solo,antara
lain sidomukti, sidoluruh, dan lereng.
Gambar.27. batik solo
Sumber: asia.blogging.network Sumber:
discover-indo.tierra.net.com
(16-01-2009) (16-01-2009)
c.
Batik
Pekalongan dan Semarang
Batik Pekalongan memiliki ciri pesisir dengan corak ragam hias alami. Corak ragam hiasnya banyak
mendapat pengaruh dari Cina yang dinamis dan kaya akan warna. Batik Pekalongan banyak
didominasi warna cerah, hijau, kuning,merah, dan merah muda, serta didominasi motif
bunga (buketan). Batik Semarang banyak didominasi warna cokelat, kuning, hijau,
dan hitam dengan motif alam, seperti bunga, dedaunan, dan burung
Gambar.28.
batik pekalongan
Sumber:
javabatik.com
(16-01-2009)
d. Jawa Timur
Jawa Timur termasuk daerah penghasil batik, antara lain
Madura, Tulungagung, Pacitan, Ponorogo,Mojokerto, Tuban, dan lain-lain Batik
Madura mengandalkan corak bunga yang unik dengan pola daun-daunan. Di daerah
ini terdapat beberapa motif batik tertua, yaitu ramok, sebar jagab, rumput
laut, okel, dan panji lintrik.Warna yang digunakan kebanyakan diambil dari bahan
alam dengan warna yang mencolok.
Gambar.29.
batik jawa timur
Sumber: asia.blogging.network
(16-01-2009)
Batik
Tulungagung berwarna sogan (cokelat) dan biru tua dengan motif Lung (tumbuhan)
dan bunga. Untuk batik Tuban, yang cukup dikenal adalah batik gedog yang
berciri khas golongan batik pesisir. Motif ini didominasi motif burung dan bunga.
Sedangkan batik Banyuwangi lebih dikenal dengan motif batik gajah uling, dengan
dasar kain berwarna putih.
e.
Jawa
Barat
Daerah
penghasil batik di Jawa Barat, antara lainCirebon dan Tasikmalaya. Batik
Cirebon memiliki kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan
warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau, merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya
yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif
abungan dari motif kumeli, rereng,
burung, kupu-kupu, dan bunga.Batik tulis khas Tasikmalaya banyak menggunakan warna dasar merah,
kuning, ungu, biru, hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam).
f.
Jawa
Barat
Daerah
penghasil batik di Jawa Barat, antara lain Cirebon dan Tasikmalaya. Batik
Cirebon memiliki kekhasan sendiri, yaitu motif mega mendung yang kaya akan
warna seperti cokelat, ungu, biru, hijau,merah, dan hitam. Batik Tasikmalaya
yang sangat terkenal adalah batik sarian yang merupakan kumpulan beberapa motif
gabungan dari motif kumeli, rereng, burung, kupu-kupu, dan bunga. Batik tulis
khas Tasikmalaya banyak menggunakan warna dasar merah, kuning, ungu, biru,
hijau, dan sogan. Motifnya lebih banyak natural (alam).
Gambar.30. batikcirebon dan
tasikmalaya
g. Bali
Daerah
penghasil batik di Bali, antara lain Gianyar dan Denpasar. Corak batik Bali
banyak kesamaan
gaya
dengan batik di Jawa. Namun batik Bali menggunakan warna-warna yang lebih
cerah.
h.
Sumatra
Daerah
penghasil batik Sumatra antara lain Padang (Sumatra Barat) dan Jambi. Padang
terkenal dengan batik tanah liek. Bahan pewarna batik Sumatra umumnya berasal
dari bahan-bahan alami, termasuk akar-akaran yang dicampur tanah liat sehingga memiliki ciri khas tersendiri.
i.
Kalimantan
Salah
satu penghasil batik terkenal di Kalimantan adalah Banjarmasin (Kalimantan
Timur). Kain batik yang digunakan adalah berjenis santung, katun, sutra, yuyur,
dan satin. Batik Banjarmasin memiliki motif yang bervariatif dan banyak
mengambil objek alam. Motif-motif batik Banjar, antara lain berbentuk irisan
daun pudak, daun bayam, dan jamur kecil
Gambar.31.
batik Banjarmasin
Sumber: bp2.blogger.com (16-01-2009)
Cetak grafis
.
Istilah grafis berasal dari bahasa Inggris graph atau graphic yang
berarti membuat tulisan atau gambar dengan cara ditoreh atau digores. Grafi
atau grafis juga bias diartikan gambaran nyata. Dengan demikian, seni grafisada
lah karya seni rupa dua dimensi yang proses pembuatannya melalui teknik cetak.
1. Jenis-jenis seni grafis
Pembagian jenis seni grafis
dilakukan berdasarkan teknik pembuatannya. Bahan dan alat yang dipakai juga
beragam sesuai teknik yang digunakan. Jenis-jenis
seni grafis berdasarkan teknik pembuatannya dapat bedakan
sebagai berikut.
a. Cetak dalam (intaglio print)
Cetak dalam dibuat dengan bahan
cetakan dari aluminium yang permukaannya ditoreh hingga menghasilkan
goresan yang dalam. Tinta lalu dituangkan pada
bagian yang dalam tersebut. Kertas yang sudah dibasahi dengan air lalu
diletakkan di atasnya. Tinta akan melekat pada kertas dan terbentuklah gambar
atau
tulisan sesuai yang diharapkan. Alat yang dipakai
untuk menoreh dapat berupa pahat grafis, paku, atau logam
runcing.
b. Cetak saring (screen printing)
Proses pembuatan cetak saring
biasa disebut teknik sablon. Proses pembuatan cetak saring melalui tahapan
pembuatan dari bahan screen,
yaitu kain yang dilapisi bahan peka cahaya. Disebut cetak saring karena tinta yang
terdapat di atas permukaan screen akan tersaring melalui pori-porinya
menembus permukaan kertas atau media lain yang dikehendaki, misalnya kain dan benda-benda
berpermukaan datar lainnya.
c. Cetak datar
Cetak datar adalah suatu teknik memperbanyak
atau memproduksi suatu gambar atau tulisan dengan menggunakan media cetakan
yang mempunyai permukaan datar atau rata. Teknik cetak datar sekarang ini dapat
dijumpai pada sistem mesin cetak dan teknik foto mekanik.
d. Cetak tinggi
Proses pembuatan cetak tinggi
menggunakan cetakan dari bahan yang dicukil sehingga menghasilkan
permukaan tinggi dan rendah (bagian yang menonjol dan
yang tenggelam). Bentuk permukaan tinggi dan
rendah tersebut dinamakan relief. Dari keempat jenis
teknik berkarya membuat cetak grafis tersebut, yang akan kita pelajari lebih
lanjut ialah membuat cetak tinggi.
2. Membuat cetak tinggi
Pembuatan gambar dengan teknik cetak tinggi dapat menghasilkan
karya yang menarik, yang berbeda dengan
gambar atau lukisan lain yang pernah kamu buat.
Proses pembuatannya cukup mudah.
a. Bahan dan alat
Bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan cetak tinggi
adalah acuan cetak (plat klise). Acuan cetak dapat
dibuat dari papan, kayu triplek atau hard board,
malam atau lilin yang telah dibentuk lempengan, dan sabun
batangan. Alat yang diperlukan untuk membuat cetak
tinggi, yaitu sebagai berikut.
1) Pahat dan pencungkil kayu, digunakan untuk membentuk
gambar pada acuan cetak. Bisa juga dengan menggunakan pisau cutter,
namun harus dilakukan dengan hati-hati.
2) Tinta cetak, biasa dipakai di percetakan,
bentuknya kental. Bisa juga diganti dengan cat air atau cat poster dicampur gliserin
(bisa dibeli di apotek). Untuk pencampurannya kira-kira sekental pasta
gigi.
3) Rol karet, kertas putih (kertas gambar), dan
pensil.
b. Proses pembuatan cetak tinggi
Proses pembuatan cetak tinggi sebagai berikut.
1) Buat sketsa gambar terlebih dulu pada acuan
cetak.
2) Cukil dan pahatlah dengan pahat grafis atau pahat
coret. Artinya, bagian yang tidak boleh terkena tintadibuang.
3) Ratakan tinta di atas kaca dengan menggunakan
rol.
4) Beri tinta pada permukaan acuan cetak dengan menggunakan
rol.
5) Letakkan acuan cetak di atas kertas (posisi
cetakan menghadap ke bawah menempel kertas).
6) Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tekan permukaan
kertas dengan menggunakan rol.
7) Angkat kertas perlahan-lahan dari permukaan acuan
cetak.
8) Hasil karya yang dibuat sudah selesai. Agar
tampil menarik, tempatkan karya tersebut pada pigura. Untuk memudahkan memahami
langkah-langkah tersebut di atas, perhatikan gambar berikut:
Gambar.32. batikTeknik cetak timbul
3. Teknik dan Bahan Karya Seni rupa
dua dimensi
1.
Teknik
membatik
Kerajinan batik telah
dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara
pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain.
Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses
dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod
yaitu penghilangan malam.
Gambar
32. . Karya batik
Alat dan
bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
·
Kain polos,
sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnya
berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
·
Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus
sebagai perintang masuknya warna ke serat kain (benang).
·
Bahan
pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol
·
Canting dan
kuas untuk menorehkan lilin pada kain
·
Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada
permukaan kain yang lebar.
Sesuai dengan perkembangan zaman,
saat ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut:
·
Batik
celup ikat, adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan
penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke
dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.
·
Batik
tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan
canting pada motif yang telah digambar pada kain.
·
Batik cap, adalah batik yang dibuat
menggunakan alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat
untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.
·
Batik
lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman
bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Seniman batik
lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.
·
Batik
modern, adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan
teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh karena
itu pada hasil akhirnya tidak ada motif, bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang
sama di setiap produknya.
·
Batik printing, adalah kain yang motifnya
seperti batik. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik,
tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai
untuk kain seragam sekolah.
Daerah penghasil batik di
Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Rembang dan
Cirebon
2.
Teknik
Anyam
Kebutuhan hidup sehari-hari, seperti
keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku
yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai
tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong, pandan
dan lain-lain
Gambar
33 . Karya anyaman
3.
Teknik
Tenun
Teknik menenun pada dasarnya hamper sama
dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk
anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa
menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat
yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain
diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik
ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar keramik
Gambar.34. karya tenun
Karya tenun di Indonesia
terbentuk melalui proses waktu yang panjang sejak zaman kebudayaan Dongson prasejarah.
Kain tenun dengan segenap teknik dan ragam hiasnya telah mengalami perkembangan
hingga terbentuk karya tekstil yang bernilai seni tinggi.
1. Jenis-jenis kain tenun
Ada dua jenis kain tenun, yaitu tenun ikat dan tenun
songket. Perbedaan keduanya terletak pada bahan yang
digunakan dan teknik pembuatannya.
a. Tenun ikat
Tenun ikat adalah
kain tenun yang pembentukan ragam hiasnya dibuat dengan cara mengikat
bagianbagian
benangnya. Sejarah pembuatan tenun Nusantara diawali
dengan adanya tenun ikat lungsi yang sudah
ada sejak zaman prasejarah. Tenun ikat lungsi adalah
tenun yang teknik pembentukan ragam hiasnya dibuat
dengan cara mengikat benang lungsinya, yaitu benang yang
vertikal. Persebaran tenun ikat lungsi, antara lain
di Toraja, Sulawesi Selatan, Minahasa (Sulawesi
Utara), Batak (Sumatra Utara), Sumba (NTT), Flores, dan di
pedalaman Kalimantan. Pada perkembangan selanjutnya,
dikenal pula pembuatan tenun dengan teknik ikat pakan (jalur horizontal) Bahan-bahan
yang digunakan dalam tenun ikat adalah benang kapas, dapat juga menggunakan benang
sutra alam, seperti pada tenun ikat Nusapenida (Bali) dan Padang. Tenun ikat
ini oleh sebagian masyarakat lebih dikenal dengan sebutan kain ulos.
b. Tenun songket
Tenun songket atau populer dengan sebutan kain
songket adalah jenis kain tenun yang penciptaannya dimulai
setelah adanya tenun ikat. Teknik pembuatan tenun songket
sebenarnya sudah ada sejak zaman prasejarah
dengan adanya teknik pakan tambahan dan lungsi tambahan.
Namun kain songket yang menggunakan benang emas, benang perak, atau benang
sutra mulai diterapkan semenjak adanya hubungan perdagangan kerajaan di
Sumatera dengan orang-orang asing terutam dari Cina. Benang sutra yang
didapatkan dari luar diterapkan dalam kain tenun yang kemudian dikenal dengan
sebutan kain songket. Kain songket adalah kain tenun yang dibuat melalui
suatu teknik memberikan benang tambahan berupa benang emas, benang perak,atau
benang sutra dengan cara dicukit atau disongket. Pembentukan corak pada tenunan
sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan, yang membentuk desain itu
sendiri. Ada desain benang sutra yang ditempatkan di atas dasar benang kapas.
Ada desain yang terbentuk dari jenis benang yang sama, misalnya dari sesama
benang kapas atau sesama benang sutra, atau dari jenis benang lainnya.
Daerah-daerah tertentu di Indonesia yang
menjadi awal pembuatan songket, antara lain Palembang (Sumsel), Donggala
(Sulteng), Bugis (Sulsel), dan Bali
.
Gambar.35
Kain tenun ulap doyo
bermotif kait segi empat
dan tumpal, dari Kaltim
Sumber: nga.gov.au
(11-02-2009)
Gambar.36 Kain songket dengan sutra merah bermoti bunga
dalam jalurjalur,dari Subar.
Sumber: Kain Songket,
2007
3.
Membuat
karya tenun
Bahan dasar pembuatan tenun
adalah benang kapas dan sutra yang banyak terdapat di Indonesia. Tradisi
membuat tenun di Flores sebagai daerah penghasil
kapas, sudah berlangsung sejak dulu hingga sekarang.
Berkarya seni dua
dimensi
Untuk
pembuatan karya seni dua dimensi didsini kita akan berkarya seni kaligrafi dari
bahan :
BAHAN PEMBUATAN KALIGRAFI &
ORNAMEN :
1. Plat aluminium sebagai dasar
pembuatan huruf atau ornamen
2. Triplek
3. Bludru atau kertas olahan sebagai
back ground
4. Benang emas
5. Cat
semprot
6. Lem kayu dan lem kulit
7. Kertas Karton sebagai mal
8. Serbuk warna mas/perak
PERALATAN KERJA :
1. Gunting
2. Pisau cutter
3. Tang
4. Mata ball point sebagai alat ukir
5. Kuas
CARA KERJA :
1. Mal dari kertas karton yang telah
ada pola/sketsanya diletakkan diatas lempengan plat aluminium dan kemudian
digoret mengikuti alur sketsa.
2. Plat aluminium yang telah ada
pola kemudian di gunting,
3. Hasil guntingan plat kemudian
digoret/diukir dengan menggunakan mata ball point yang telah kosong,
4. Langkah
selanjutnya adalah melakukan pengecatan sesuai dengan warna yang diinginkan
5.
Huruf/ornamen yang telah dicat kemudian diberi kaki-kaki
6. Setelah
diberi kaki-kaki, huruf/ornamen ditempelkan ke triplek yang telah diberi back ground
sesuai dengan keinginan konsumen (dari bludru atau kertas olahan)
7.
Kaligrafi/ornamen yang telah selesai kemudian diberi pigura.
CATATAN
:
1. Semua proses pembuatan merupakan
olahan tangan (100% handmade)
2. Membuat karya sesuai dengan
ukuran, warna latar, warna huruf yangh dio inginkan
Membuat Relief Kaligrafi Sistim
Ketok Dari Aluminium & Kuningan
Gambar.
37. Hasil karya seni dua dimensi dari bahan plat kuningan
Pada
proses ini akan kita ulas sedikit
mengenai cara membuat relief kaligrafi ketok dari alumunium dan kuningan/ almanium.
Cara membuat relief dari alumunium atau kuningan ini membutuhkan kesabaran dan
ketelitian yang tinggi, tapi bila relief alumunium ataupun kuningan yang kita
bikin unik, rapi dan bercitarasa seni yang tinggi nilai jualnya tentu akan
mengikutinya. Tahapan pembuatan relief alumunium atau kuningan cukup sederhana,
begitu pula alat dan bahannya, tapi untuk bahan lembaran kuningan lebih mahal
dari pada
alumunium
tentunya, disini untuk belajar kita akan menggunakan alumunium dulu, disamping
harganya yang murah, bahan lembaran alumunium mudah didapat, karena hampir
setiap toko material
menjualnya.
gambar. 38. Plat almanium.
Trik
kali ini hanya contoh teknik, bahan, alat, motif relief atau huruf kaligrafi
yang sederhana, untuk selanjutnya Anda bisa mengembangkan sendiri,
Langkahnya
sebagai berikut:
- Kita siapkan aluminium bekas master plat percetakan, agak lumayan rata.
- Kita mulai membuat relief dengan memotong lembaran alumunium.
- Selanjutnya kita luruskan dulu lembaran aluminium yang bergelombang dengan kain, dengan di gosok dan tekan.
- Setelah kita ratakan dan luruskan lalu kita potong dengan gunting sesuai dengan kebutuhan.
- Setelah dipotong sesuai dengan ukuran yang kita kehendaki, lalu kita mulai dengan membuat pola 2 buah garis lurus pada sekeliling lembaran alumunium tersebut dengan menggunakan paku yang di buat agak tumpul.
- Setelah itu kita mulai ke langkah berikut dengan membuat border dengan menggores dan tarik garis pada sekelilingnya dengan menekan ( di bawah alumunium harus di beri bantalan seperti: karet tipis, kulit, buku agenda yang lunak, kain beberapa lapis)
- Setelah sekeliling huruf selesai kita garis, lembaran alumunium tersebut kita balik dan kita beri motif pada huruf kaligrafi, bisa motif lengkung, lurus atau bisa goresan berulang, semakin dalam kita menekan, maka huruf akan semakin menonjol bila dilihat dari depan.
- Juga kerjakan pada bagian sekeliling/border, juga pada garis lis pinggir, demikian setengah kerjaan sederhana kita sudah nampak.
- Langkah selanjutnya siapkan potongan tripleks atau papan seukuran dengan lempengan alumuium yang akan kita tempel, juga siapkan lem kuning, beri lem pada kedua sisi alumunium dan tripleks, setelah kering tempelkan keuianya dan tekan-tekan dengan kain.
- Selanjutnya tahap ketok, alatnya menggunakan logam seperti paku tapi agak tumpul, jadi pada waktu di ketok alumunium tidak bolong tapi hanya berbekas, sedang pemukulnya menggunakan papan yang agak lebar supaya tidak meleset (pengetokan ambang 10 kali sampai 15 kali ketokan per detik)
Proses diatas hanya sekedar contoh
sederhana saja dari alumunium, sedangkan cara membuat relief kaligrafi dari
lembaran atau lempengan kuningan tidak beda jauh.
Demikian
sedikit teknik cara membuat relief kaligrafi dari alumunium dan kuningan semoga
dapat sedikit memberikan inspirasi.
Proses langkah dalam gambar:
Contoh relief kaligrafi:
Gambar 39. Hasil karya plat almanium/plat kuningan
Silahkan mencoba !
F. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan:
Pendekatan
Ilmiah (saintific approach)
2. Metode:
a. Metode
Pembelajaran Berbasis Proyek/Penugasan
b. Metode
Pembelajaran Penemuan
G. Media, alat, dan sumber pembelajaran :
-
Media:
a. Video pembelajaran berkarya seni
2 dimensi
b. Power point
-
Alat
dan Bahan:
a. kertas
b. cat air, cat minyak, pensil, pensil warna, konte
c. minyak cat
d. plat
e. paku
f. hadrayerd
g. palet
h. Dll
Sumber
pembelajaran
Amazine.co,2014 Apa itu Cat Akrilik? Tips Menggunakan Cat Akrilik| Online Popular Knowledge (download)
08.14
Isndro.S,2000 Seni Menggambar dan
Mewarnai “ Spidol” Jakarta. Penerbit PT. Elex MedIa Kumputindo, gramedia
Kemendikbud,
2014 Buku Guru Seni Budaya
SMA/SMK Kelas XI.
Jakarta. Penerbit Pusat Kurikulum dan perbukuan, balitbang,
kemdikbud.
Suhernawan Rachmat, ,2010, buku
Seni rupa SMP/MTS VII,VII, IX. Jakarta Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan
Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 201
G. Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahuluan
pertemuan 1 dan 2
|
1.
Guru
memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.
Guru
menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.
Siswa
mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat karya seni dua dimensi dalam
kehidupan sehari-hari;
4.
Guru
mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan
dicapai siswa;
5.
Guru
menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan latihan
individu, pembahasan karya secara klasikal, tugas bekerja kelompok)
6.
Guru
mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
|
15 menit
|
|
Kegiatan
inti
|
1.
Siswa
mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa
sehari-hari yang berhubungan dengan bentuk karya dua dimensi
yang ada di kehidupan sehari-hari
2.
Siswa
menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari karya seni dua dimensi, berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian
contoh dalam
kebutuhan sehari-hari
3.
Secara
kelompok siswa menyelesaikan tugas analisis bentuk yang termasuk karya seni rupa dua
dimensi , yang terdapat di
kehidupan sehari-hari
4.
Secara
kelompok, siswa berdiskusi membahas hasil tugas hasil analisis karya seni dua
dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
5.
Anggota kelompok mengapresiasi
hasil analisis karya seni dua dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
|
60 menit
|
|
Penutup
|
1.
Siswa
dan guru merangkum isi pembelajaran hasil analisis karya seni dua dimensi yang ada dalam
kehidupan sehari-hari
2.
Siswa
melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.
Guru
memberi pekerjaan rumah;
4.
Guru
menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
|
15 menit
|
|
Pendahuluan
pertemuan 3 Dan 4
|
1.
Guru
memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.
Guru
menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.
Siswa
mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar membuat karya dua dimensi dalam kehidupan sehari-hari;
4.
Guru
mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan
dicapai siswa;
5.
Guru
menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi
disertai tanya jawab, latihan individu, pembahasan karya secara klasikal,
latihan pemajangan hasil karya)
6.
Guru
mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
|
15 menit
|
|
Kegiatan
inti
|
1.
Siswa
mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh bentuk karya seni dua dimensi
2.
Siswa
menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari kara dua dimensi gambar berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada
sajian contoh
3.
Secara
individu siswa menyelesaikan tugas kaya seni dua dimensi yaitu berkarya seni kriya
4.
Beberapa
siswa memajang hasil penyelesaian karya seni dua dimensi yaitu seni
kriya. Siswa tersebut
ditunjuk secara acak oleh guru;
5.
Siswa
dan guru membahas hasil penyelesaian karya seni kriya. Guru memberikan umpan balik;
|
60 menit
|
|
penutup
|
1.
Siswa
melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
2.
Guru
memberi pekerjaan rumah;
3.
Guru
menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
4.
Berkarya seni dua dimensi (pertemuan 4)
|
15 menit
|
H.
Penilaian Autentik
Teknik : Pengamatan
Bentuk : Diskusi/Tugas
kelompok
Instrumen : Tes
dan non tes (Hasil Rubrik diskusi)
Tes
tertulis :
1.
Jelaskan
pengertian karya dua dimensi!
2.
Sebutkan
dan jelaskan 5 macam bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi
3.
jelaskan tekik pewarnaan dari 5 macam bahan
yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi diatas!
4.
Buatlah makalah satu karya seni dua dimensi!
Kemudian diskusikan di depan kelas .
Non tes :
Buatlah karya dua dimensi seni
kriya plat almanium kaligrafi
1.
Jelaskan pengertian karya dua dimensi!
|
Kriteria Jawaban
|
Skor Max
|
Skor
Perolehan
|
Nilai
|
|
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban
|
3
2
1
0
|
|
|
x 100 =
2. Sebutkan dan jelaskan 5 macam
bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi
|
Kriteria Jawaban
|
Skor Max
|
Skor
Perolehan
|
Nilai
|
|
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban
|
3
2
1
0
|
|
|
x 100 =
3. jelaskan tekik pewarnaan dari 5
macam bahan yang bias di pakai dalam berkarya seni dua dimensi diatas!
|
Kriteria Jawaban
|
Skor Max
|
Skor
Perolehan
|
Nilai
|
|
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban
|
3
2
1
0
|
|
|
x 100 =
1.
Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok
|
No
|
Nama Siswa
|
A s p e k
|
Jumlah
Skor
|
Nilai
|
Ket.
|
||||
|
Gagasan
|
Kerja sama
|
Inisiatif
|
Keaktifan
|
Kedisiplinan
|
|||||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan Skor : Kriteria Nilai
Baik sekali = 4 A = 80
– 100 : Baik Sekali
Baik = 3 B = 70
– 79 : Baik
Cukup = 2 C = 60
– 69 : Cukup
Kurang = 1 D = ‹
60 : Kurang
Kriteria penilaian karya seni dua dimensi pembuatan karya
dua dimensi
|
NO
|
NAMA
|
ASPEK YANG DINILAI
|
SKOR
|
||||
|
Atistik
|
Kelengkapan alat dan
bahan
|
Penguasaan teknik
|
Finising/ pengemasan
|
||||
|
0 - 35
|
0 - 10
|
0 - 45
|
0 - 10
|
JUMLAH
|
NILAI
|
||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
2. Penilaian Sikap
dalam proses pembelajaran
|
No.
|
Nama
|
Perilaku
|
Nilai
|
Ket.
|
|||
|
Kedisiplinan
|
Kerjasama
|
Kejujuran
|
Tanggung Jawab
|
||||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
a. Kolom perilaku diisi dengan angka yang
sesuai dengan kriteria berikut :
1
= sangat kurang
2
= kurang
3
= sedang
4
= baik
5
= amat baik
b. Nilai merupakan jumlah dari skor-skor
tiap indikator perilaku.
c. Keterangan diisi dengan kriteria
berikut :
Nilai 18-20 = berarti amat baik
Nilai 14-17 = berarti baik
Nilai 10-13 = berarti sedang
Nilai 5-9 = berarti kurang
Nilai 0-4 = berarti sangat
kurang
Takalar 2 Agustus 2014
Mengetahui
Kepala
SMA NEGERI 2 TAKALAR Guru
Mata Pelajaran,
H. B A K H T
I A R .T ,S. A g RUSNI, SPd
NIP. 195605O5 1987011 001 NIP.19770829
200604 2 010
|
Materi Pengemasan Perangkat Pembelajaran : Format 1 : F-RPP)
|
(F-RPP)
Sekolah :
SMA NEGERI 2 TAKALAR
Mata
Pelajaran/Tema/Sub Tema : SENI BUDAYA
Kelas/Semester : XI/ I
Materi Pokok* :
Bahan dan media,
jenis, simbol, nilai estetika dalam proses berkarya seni tiga dimensi
Pertemuan
Ke :
1 - 4
Alokasi
Waktu :
8 x 45 menit
A. Kompetensi Inti (KI) :
KI
1 : Menghayati
dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI
2 : Menghayati
dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia
KI
3 : Memahami,
menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
KI
4 : Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan
B. Kompetensi Dasar dan Indikator :
1.1. Menunjukkan
sikap penghayatan dan
pengamalan serta bangga terhadap karya
seni rupa sebagai bentuk rasa syukur
terhadap anugerah Tuhan
2.1.Menunjukkan sikap kerjasama,
bertanggung jawab, toleran,
dan disiplin melalui aktivitas
berkesenian
2.2. Menunjukkan
sikap santun, jujur,
cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
3.1. Menganalisis
bahan, media, teknik dan proses berkarya
dalam seni rupa.
3.2.Mengevaluasi karya seni rupa berdasarkan jenis, simbol, fungsi, teknik dan nilai estetisnya
Indikator
g.
Menjelaskan
macam karya seni rupa
h.
Menjelaskan
bahan media dan teknik seni rupa
i.
Menjelaskan
karya seni rupa berdasarkan jenis, symbol, fungsi, teknik dan estetisnya
j.
menjelaskan
langkah-langkah membuat karya seni rupa tiga dimensi
k.
Menyampaikan
hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
l.
Mempertanggung jawabkan secara lisan atau tulisan
mengenai karya seni rupa tiga
dimensi
4.2. Membuat karya seni
rupa tiga dimensi
hasil modifikasi.
Indikator
c.
Bereksperimen
dengan beragam media dan teknik dalam membuat
karya seni rupa tiga dimensi.
d.
Membuat
karya seni rupa dua dimensi.
D. Tujuan Pembelajaran :
Melalui
proses melihat, mengamati, menanyakan dan berdiskusi siswa dapat:
·
Menjelaskan
macam karya seni rupa tiga dimensi.
·
Menjelaskan
konsep seni rupa tiga dimensi yang sedang berkembang
·
Menjelaskan
proses pembuatan karya seni rupa tiga dimensi.
·
Menjelaskan
langkah-langkah membuat karya seni rupa tiga dimensi
·
Menunjukkan
sikap kerjasama, bertanggung jawab, toleran, dan disiplin melalui aktivitas
berkesenian
Melalui
proses mengumpulkan informasi, bereksperimen, membandingkan karya dan
menghubungkan data siswa dapat:
·
Menjelaskan
macam karya seni rupa tiga dimensi..
·
Menyampaikan
hasil pengumpulan dan simpulan informasi yang diperoleh
·
Menunjukkan
sikap santun, jujur, cinta damai dalam mengapresiai seni dan pembuatnya
Melalui
proses pembuatan karya seni rupa dan laporan pertanggungjawaban karya siswa
dapat:
·
Mempertanggung
jawabkan secara lisan atau tulisan mengenai
karya seni rupa tiga dimensi
·
Bereksperimen
dengan beragam media dan teknik dalam membuat
karya seni rupa tiga dimensi.
·
Membuat
karya seni rupa tiga dimensi.
E. Materi Pembelajaran
b.
Jenis
karya seni rupa tiga dimensi
1.
Pengertian
karya seni 3 dimensi
Karya
seni rupa 3 dimensi adalah kary7a seni yang berukuran P X L X T dan dapat
dilihat dari segala arah
2.
Jenis-jenis
karya seni rupa 3 dimensi
c)
Karya
seni murni 3 dimensi
-
Patung
-
Istalasi
d)
Karya
seni terapan 3 dimensi
-
Benda-benda
kerajinan
-
Gerabah
-
Rumah
adat
-
dll
3 seni kriya
A.
Pengertian Seni Kriya
Seni kriya sering
disebut dengan istilah Handycraft yang berarti kerajinan tangan. Seni kriya
termasuk seni rupa terapan (applied art) yang selain mempunyai
aspek-aspek keindahan juga menekankan aspek kegunaan atau fungsi praktis.
Artinya seni kriya adalah seni kerajinan tangan manusia yang diciptakan untuk
memenuhi kebutuhan peralatan kehidupan sehari-hari dengan tidak melupakan
pertimbangan artistik dan keindahan
B. Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
- Sebagai benda pakai, adalah seni kriya yang diciptakan mengutamakan fungsinya, adapun unsur keindahannya hanyalah sebagai pendukung.
- Sebagai benda hias, yaitu seni kriya yang dibuat sebagai benda pajangan atau hiasan. Jenis ini lebih menonjolkan aspek keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.
- Sebagai benda mainan, adalah seni kriya yang dibuat untuk digunakan sebagai alat permainan.
Karya kriya murni 3 dimensi
-
Pengertian Seni
Kriya Murni
Seni kriya yang digolongkan ke dalam
seni rupa murni adalah seni kriya yang tidak memiliki fungsi praktis melainkan
hanya memiliki fungsi hias atau pajang. Seni kriya dapat menggunakan berbagai
jenis bahan termasuk bahan yang berasal dari limbah alam maupun limbah
industri. Teknik berkarya tergantung dari jenis kriya dan bahan yang digunakan,
seperti pecahan-pecahan kaca menjadi hiasan dinding dengan teknik mozaik,
plastik kemasan menjadi bentuk bunga dengan potong/rangkai, kulit hewan menjadi
hiasan dinding bentuk wayang dengan teknik dipahat (disungging), tanah liat
menjadi boneka keramik dengan teknik dibutsir, dll.
Gambar
1. Karya seni seni murni (patung)
a)
Karya
kriya terapan 3 dimensi
Seni
rupa kriya terapan dibuat dengan mengutamakan tujuan praktis, dengan kata lain
dimanfaatkan fungsi pakainya untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia. Namun
demikian karya seni rupa terapan diupayakan memilki nilai artistik pula.
Membuat karya seni rupa kriya terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa
murni karena di dalamnya harus mempertimbangkan persyaratan-persyaratan
tertentu, seperti syarat keamanan (security),
kenyamanan (comfortable),dan
keluwesan dalam penggunaan (flexibility).
Seni kriya atau seni kerajinan memilki
perbedaan dengan desain. Kebanyakan karya seni kriya dibuat secara tradisional
dengan keterampilan tangan pembuatnya dan banyak memanfaatkan bahan-bahan alam
seperti kayu, bambu, batu, logam, tanah liat, kulit binatang, dan lain-lain.
Karya seni kriya kini banyak digemari karena unsur keasliannya, tak heran
orang-orang banyak yang merasa bangga mengoleksi barang-barang kriya daripada
barang-barang buatan pabrik. Yang termasuk dalam golongan karya seni kriya
diantaranya; keramik (gerabah), ukir kayu, kerajinan kulit, anyaman, batik, dan
kerajinan logam.
Contoh karya seni kriya terapan
Gambar 2. Karya
seni kriya terapan
F. Teknik dan Bahan Karya Seni Kriya
Ada beberapa teknik pembuatan
benda-benda kriya yang disesuaikan dengan bahan. Alat dan cara yang digunakan
antara lain cor atau tuang, mengukir, membatik, menganyam, menenun, dan
membentuk
1.
Teknik
cor (cetak tuang)
a)
Teknik Tuang Berulang Teknik bivalve disebut
juga teknik menuang berulang kali karena menggunakan dua keeping cetakan
terbuat dari batu dan dapat dipakai berulang kali sesuai dengan kebutuhan (bi
berarti dua dan valve berarti kepingan). Teknik ini digunakan untuk
mencetak benda-benda yang sederhana baik bentuk maupun hiasannya
b)
Teknik a cire perdue dibuat untuk membuat benda
perunggu yang bentuk dan hiasannya lebih rumit, seperti arca dan patung
perunggu. Teknik ini diawali dengan membuat model dari tanah liat, selanjutnya
dilapisi lilin, lalu ditutup lagi dengan tanah liat, kemudian dibakar untuk
mengeluarkan lilin sehingga terjadilah rongga, sehingga perunggu dapat dituang
ke dalamnya. Setelah dingin cetakan tanah liat dapat dipecah sehingga diperoleh
benda perunggu yang diinginkan.
c)
Disamping teknik cor ada juga teknik menempa yang
bahan-bahannya berasal dari perunggu, tembaga, kuningan, perak, dan emas. Bahan
tersebut dapat dibuat menjadi benda-benda seni kerajinan, seperti keris,
piring, teko, dan tempat lilin. Saat ini banyak terdapat sentra-sentra
kerajinan cor logam seperti kerajinan perak. Tempat-tempat terkenal itu antara
lain kerajinan perak di Kota Gede Yogyakarta dan kerajinan kuningan yang
terdapat di Juwana dan Mojokerto
2.
Teknik
Ukir
Alam Nusantara dengan hutan tropisnya yang kaya
menjadi penghasil kayu yang bisa dipakai sebagai bahan dasar seni ukir kayu.
Mengukir adalah kegiatan menggores, memahat, dan menoreh pola pada permukaan
benda yang diukir.
Gambar
2. Karya seni ukir
Di Indonesia, karya ukir sudah dikenal
sejak zaman batu muda. Pada masa itu banyak peralatan yang dibuat dari batu
seperti perkakas rumah tangga dan benda-benda dari gerabah atau kayu. Benda-
benda itu diberi ukiran bermotif geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis,
swastika, zig zag, dan segitiga. Umumnya ukiran tersebut selain sebagai hiasan
juga mengandung makna simbolis dan religius.
Dilihat dari jenisnya, ada beberapa
jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran
tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi
antara lain:
} Fungsi hias, yaitu ukiran yang
dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.
} Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung
simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan
kepercayaan dan spiritual.
} Fungsi simbolik, yaitu ukiran
tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu
yang berhubungan dengan spiritual.
} Fungsi konstruksi, yaitu ukiran
yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
} Fungsi ekonomis, yaitu ukiran
yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.
3.
Teknik
membatik
Kerajinan batik telah
dikenal lama di Nusantara. Akan tetapi kemunculannya belum diketahui secara
pasti. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain.
Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses
dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod
yaitu penghilangan malam.
Gambar
4. . Karya batik
Alat dan
bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
·
Kain polos,
sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnya
berupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
·
Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus
sebagai perintang masuknya warna ke serat kain (benang).
·
Bahan
pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol
·
Canting dan
kuas untuk menorehkan lilin pada kain
·
Kuas untuk nemboki yaitu menutup malam pada
permukaan kain yang lebar.
Sesuai dengan perkembangan zaman,
saat ini dikenal beberapa teknik membatik antara lain sebagai berikut:
·
Batik
celup ikat, adalah pembuatan batik tanpa menggunakan malam sebagaia bahan
penghalang, akan tetapi menggunakan tali untuk menghalangi masuknya warna ke
dalam serat kain. Membatik dengan proses ini disebut batik jumputan.
·
Batik
tulis adalah batik yang dibuat melalui cara memberikan malam dengan menggunakan
canting pada motif yang telah digambar pada kain.
·
Batik cap, adalah batik yang dibuat
menggunakan alat cap (stempel yang umumnya terbuat dari tembaga) sebagai alat
untuk membuat motif sehingga kain tidak perlu digambar terlebih dahulu.
·
Batik
lukis, adalah batik yang dibuat dengan cara melukis. Pada teknik ini seniman
bebas menggunakan alat untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Seniman batik
lukis yang terkenal di Indonesia antara lain Amri Yahya.
·
Batik
modern, adalah batik yang cara pembuatannya bebas, tidak terikat oleh aturan
teknik yang ada. Hal tersebut termasuk pemilihan motif dan warna, oleh karena
itu pada hasil akhirnya tidak ada motif, bentuk, komposisi, dan pewarnaan yang
sama di setiap produknya.
·
Batik printing, adalah kain yang motifnya
seperti batik. Proses pembuatan batik ini tidak menggunakan teknik batik,
tetapi dengan teknik sablon (screen printing). Jenis kain ini banyak dipakai
untuk kain seragam sekolah.
Daerah penghasil batik di
Jawa yang terkenal diantaranya Pekalongan, Solo, Yogyakarta, Rembang dan
Cirebon
4.
Teknik
Anyam
Kebutuhan hidup sehari-hari, seperti
keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuat dengan teknik anyam. Bahan baku
yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman ini berasal dari berbagai
tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong, pandan
dan lain-lain
Gambar
5 . Karya anyaman
5.
Teknik
Tenun
Teknik menenun pada dasarnya hamper sama
dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya pada alat yang digunakan. Untuk
anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual) dan hampir tanpa
menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kita menggunakan alat
yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain
6.
Teknik
membentuk
Penegertian
teknik membentuk di sini yaitu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat
yang lazim disebut gerabah, tembikar atau keramik. Keramik merupakan karya dari
tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang
baru dan jauh berbeda dari bahan mentahnya.
Teknik yang umumnya digunakan pada proses pembuatan
keramik diantaranya:
a. Teknik coil (lilit pilin)
b. Teknik pijat jari
c. Teknik slab (lempengan)
Cara pembentukan dengan tangan langsung seperti
coil, lempengan atau pijat jari merupakan teknik pembentukan keramik
tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya
tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh seniman atau para penggemar
keramik
7. Meronce
Meronce adalah menyusun benda-benda menjadi satu
dengan menggunakan seutas tali atau yang lain. Contohnya seperti kalung, bross,
atau menyusun abjad, nama anak. saudara,
atau juga membuat orang-orangan.
G
Proses berkarya seni tiga dimensi
F. Metode Pembelajaran
3. Pendekatan:
Pendekatan
Ilmiah (saintific approach)
4. Metode:
c. Metode
Pembelajaran Berbasis Proyek/Penugasan
d. Metode
Pembelajaran Penemuan
G. Media, alat, dan sumber
pembelajaran :
-
Media:
c. Video pembelajaran berkarya seni
3 dimensi
d. Power point
-
Alat
dan Bahan:
i.
kertas
j.
lem
lilin
k. tembak lem lilin
l.
Berbagai
macam bentuk manik-manik
m. Tang pemotong
n. plat
o. Dll
Sumber
pembelajaran
Kemendikbud, 2014 Buku
Guru Seni Budaya
SMA/SMK Kelas XI.
Jakarta. Penerbit Pusat Kurikulum dan perbukuan, balitbang,
kemdikbud.
Setyowati, desi. 2014 Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook , membuat bros sendiri
(download) di 07.14
G. Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Alokasi Waktu
|
|
Pendahuluan
pertemuan 1 dan 2
|
7.
Guru
memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
8.
Guru
menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
9.
Siswa
mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar menggambar
bentuk dalam kehidupan sehari-hari;
10. Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar
yang diharapkan akan dicapai siswa;
11. Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh
(pengamatan dan latihan individu, pembahasan karya secara klasikal, tugas bekerja kelompok)
12. Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
|
15 menit
|
|
Kegiatan
inti
|
6.
Siswa
mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa
sehari-hari yang berhubungan dengan bentuk karya 3 dimensi yang ada di
kehidupan sehari-hari
7.
Siswa
menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari karya seni 3 dimensi, berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian
contoh dalam
kebutuhan sehari-hari
8.
Secara
kelompok siswa menyelesaikan tugas analisis bentuk yang termasuk karya seni rupa 3
dimensi , yang terdapat di
kehidupan sehari-hari
9.
Secara
kelompok, siswa berdiskusi membahas hasil tugas hasil analisis karya seni 3 dimensi
yang ada dalam kehidupan sehari-hari
10. Anggota kelompok mengapresiasi hasil
analisis karya seni 3 dimensi yang ada dalam kehidupan sehari-hari
|
60 menit
|
|
Penutup
|
5.
Siswa
dan guru merangkum isi pembelajaran hasil analisis karya seni 3 dimensi yang ada dalam
kehidupan sehari-hari
6.
Siswa
melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
7.
Guru
memberi pekerjaan rumah;
8.
Guru
menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
|
15 menit
|
|
Pendahuluan
pertemuan 3 Dan 4
|
1.
Guru
memberi salam dan mengajak siswa berdoa;
2.
Guru
menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa serta berdoa;
3.
Siswa
mendengarkan dan menanggapi cerita guru tentang manfaat belajar membuat karya 3 dimensi dalam kehidupan sehari-hari;
4.
Guru
mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan
dicapai siswa;
5.
Guru
menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan dan demonstrasi
disertai tanya jawab, latihan individu, pembahasan karya secara klasikal,
latihan pemajangan hasil karya)
6.
Guru
mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab
|
15 menit
|
|
Kegiatan
inti
|
6.
Siswa
mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh bentuk karya seni 3 dimensi
7.
Siswa
menganalisis, menalar, mencoba dan menyimpulkan pengertian dari kara 3 dimensi gambar berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada
sajian contoh
8.
Secara
individu siswa menyelesaikan tugas kaya seni 3 dimensi yaitu berkarya seni kriya
9.
Beberapa
siswa memajang hasil penyelesaian karya seni 3 dimensi yaitu seni
kriya. Siswa tersebut
ditunjuk secara acak oleh guru;
10. Siswa dan guru membahas hasil penyelesaian karya seni kriya. Guru memberikan umpan balik;
|
60 menit
|
|
penutup
|
5.
Siswa
melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
6.
Guru
memberi pekerjaan rumah;
7.
Guru
menginformasikan garis besar isi kegiatan pada pertemuan berikutnya.
|
15 menit
|
H.
Penilaian Autentik
Teknik : Pengamatan
Bentuk : Diskusi/Tugas
kelompok
Instrumen : Tes
dan non tes (Hasil Rubrik diskusi)
Tes
tertulis :
5.
Jelaskan
pengertian karya 3 dimensi!
6.
Jelaskan
Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
7.
Sebutkan
jenis-jenis karya seni kriya
Non tes :
Buatlah karya seni kriya 3
dimensi dengan teknik meronce
1.
Jelaskan pengertian karya 3 dimensi!
|
Kriteria Jawaban
|
Skor Max
|
Skor
Perolehan
|
Nilai
|
|
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban
|
3
2
1
0
|
|
|
x 100 =
2.
Jelaskan
Fungsi dan Tujuan Pembuatan Seni Kriya
|
Kriteria Jawaban
|
Skor Max
|
Skor
Perolehan
|
Nilai
|
|
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban
|
3
2
1
0
|
|
|
x 100 =
3.
Sebutkan
jenis-jenis karya seni kriya
|
Kriteria Jawaban
|
Skor Max
|
Skor
Perolehan
|
Nilai
|
|
Jawaban Yang
a. Tepat
b. Kurang tepat
c. Tidak tepat
d. Tidak ada jawaban
|
3
2
1
0
|
|
|
x 100 =
2.
Rubrik Penilaian Pelaksanaan diskusi kelompok
|
No
|
Nama Siswa
|
A s p e k
|
Jumlah
Skor
|
Nilai
|
Ket.
|
||||
|
Gagasan
|
Kerja sama
|
Inisiatif
|
Keaktifan
|
Kedisiplinan
|
|||||
|
1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan Skor : Kriteria Nilai
Baik sekali = 4 A = 80
– 100 : Baik Sekali
Baik = 3 B = 70
– 79 : Baik
Cukup = 2 C = 60
– 69 : Cukup
Kurang = 1 D = ‹
60 : Kurang
Kriteria penilaian karya seni kriya terapan 3 dimensi
dengan teknik meronce
|
NO
|
NAMA
|
ASPEK YANG DINILAI
|
SKOR
|
||||
|
Atistik
|
Kelengkapan alat dan
bahan
|
Penguasaan teknik
|
Finising/ pengemasan
|
||||
|
0 - 35
|
0 - 10
|
0 - 45
|
0 - 10
|
JUMLAH
|
NILAI
|
||
|
1
|
IMRAN
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
NURHAYATI
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
HERLINA
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
MAISAR
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
HAFIDZA
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
ST.
NAIDAH
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
ISWAR
|
|
|
|
|
|
|
2. Penilaian Sikap
dalam proses pembelajaran
|
No.
|
Nama
|
Perilaku
|
Nilai
|
Ket.
|
|||
|
Kedisiplinan
|
Kerjasama
|
Kejujuran
|
Tanggung Jawab
|
||||
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan :
d. Kolom perilaku diisi dengan angka yang
sesuai dengan kriteria berikut :
1
= sangat kurang
2
= kurang
3
= sedang
4
= baik
5
= amat baik
e. Nilai merupakan jumlah dari skor-skor
tiap indikator perilaku.
f. Keterangan diisi dengan kriteria
berikut :
Nilai 18-20 = berarti amat baik
Nilai 14-17 = berarti baik
Nilai 10-13 = berarti sedang
Nilai 5-9 = berarti kurang
Nilai 0-4 = berarti sangat
kurang
Takalar 2 Agustus
2014
Mengetahui
Kepala
SMA NEGERI 2 TAKALAR Guru
Mata Pelajaran,
H. B A K H T
I A R .T ,S. A g RUSNI,
SPd
NIP. 195605O5 1987011 001 NIP.19770829 200604 2
010







0 comments:
Post a Comment